Pengertian

Fartison Vial merupakan obat produksi Pratapa Nirmala yang memiliki isi kandungan hydrokortison,Fartison merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep Dokter dan di konsultasikan oleh Dokter terlebih dahulu. Hydrokortison di gunakan untuk pengobatan Gangguan endokrin, rematik, penyakit kolagen, gangguan kulit alergi, alergi akut & kronis yang terkait dengan mata & penglihatan, gangguan hematologis (gangguan pada darah) ,gangguan neoplastik , edematous (pembengkakan) gangguan pencernaan, obat darurat, meningitis TB trikinosis (penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit nematoda yang hidup di usus babi dan hewan lainnya).

Keterangan

  • Golongan: Keras
  • Kategori: Hormon Kortikosteroid
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Kandungan : Hydrokortinson 100mg/vial
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan :Dus, 2 Vial @ 100mg
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Sebagai pengobatan Gangguan endokrin, rematik, penyakit kolagen, gangguan kulit alergi, alergi akut & kronis yang terkait dengan mata & penglihatan, gangguan hematologis (gangguan pada darah), gangguan neoplastik, edematous (pembengkakan) gangguan pencernaan, obat darurat,meningitis TB trikinosis (penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit nematoda yang hidup di usus babi dan hewan lainnya).

Dosis & Cara Penggunaan

Fartison merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan fratison juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Injeksi IV / IM, infus IV Dewasa
    Awalnya ≥100-500 mg selama 30 detik hingga 10 menit.
    Dapat diulangi pada interval 2, 4 atau 6 jam.
  • Anak & bayi Dosis individual.
    Dosis minimum: 25 mg setiap hari. Maksimal 15 mg / kg.

Efek Samping

Gangguan cairan & elektrolit,gangguan muskuloskeletal (suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang) Gangguan pencernaan, gangguan dermatologis (kulit) & metabolisme, gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh di gunakan pada pasien yang memiliki Hipersensitif (reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem imun).I
  • Infeksi jamur sistemik, pemberian vaksin hidup atau dilemahkan.

Interaksi Obat
Interakasi terhadap Fenobarb, fenitoin, rifampisin, troleandomycin & ketoconazole yang dapat berakibat tidak diinginkan.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan fartison ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Kategori C: Salah satu studi pada hewan telah mengungkapkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat harus diberikan hanya jika manfaat potensial membenarkan potensi risiko pada janin.