Pengertian

Fasiprim merupakan obat yang mengandung sulfametoksazol dan trimetoprim. Fasiprim digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi saluran kemih dan infeksi saluran pernafasan. Obat ini hanya mengobati infeksi jenis tertentu dan tidak akan bekerja untuk infeksi virus (seperti flu). Penggunaan yang tidak perlu atau penyalah gunaan antibiotik dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Keterangan

  • Fasiprim 400/80 Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik,Antibakteri
    • Kandungan: sulfamethoxazole 400, trimethoprim 80
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Ifars.
  • Fasiprim 800/160 Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik,Antibakteri
    • Kandungan: sulfamethoxazole 800, trimethoprim 160
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Ifars.
  • Fasiprim Suspensi
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik,Antibakteri
    • Kandungan: sulfamethoxazole 200, trimethoprim 40
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: Ifars.

Kegunaan

Fasiprim digunakan utuk mengobati infeksi bakteri saluran kemih, infeksi bakteri saluran pernafasan.

Dosis & Cara Penggunaan

Fasiprim merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan fasiprim juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dosis suspensi 200/40mg
  • Dewasa : 2 kali sehari 960 mg
  • Anak usia 6-12 tahun : 2 kali sehari 480 mg
  • Anak usia 6 bulan-6 tahun : 2 kali sehari 240 mg
  • Anak usia 6 minggu-6 bulan : 2 kali sehari 120 mg.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul selama mengkonsumsi Fasiprim adalah muntah, lidah sakit atau bengkak, pusing, sensasi berputar, dengung di telinga, merasa lelah, masalah dengan tidur.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien
  • Hipersensitivitas terhadap trimethoprim atau sulfonamide
  • Gangguan hematologis yang serius dan porfiria (Gangguan akibat penumpukan bahan kimia tertentu yang terkait dengan protein sel darah merah)
  • Gagal hati berat dan gagal ginjal

Interkasi Obat

  • Obat penghambat ACE: Dapat meningkatkan risiko hiperkalemia (Kadar kalium elektrolit dalam darah yang tinggi)
  • Prilocaine: Dapat meningkatkan risiko methemoglobinemia (kondisi yang disebabkan oleh peningkatan kadar methemoglobin dalam darah)
  • Obat ini dapat meninggkatkan konsentrasi amivudine, zidovudine, dan zalcitabine dalam plasma
  • Amiodaron: Dapat meningkatkan risiko aritmia ventrikel (kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan listrik otot jantung pada bilik jantung (ventrikel), sehingga aliran darah ke jantung jadi terhenti)

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fasiprim ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.