Pengertian

Fenatic merupakan sediaan obat yang mengandung Ibuprofen digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit dari berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, atau arthritis. Fenatic juga digunakan untuk mengurangi demam dan untuk meringankan rasa sakit dan nyeri ringan akibat flu dingin atau umum. Ibuprofen adalah obat Anti-Inflamasi Non steroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghalangi produksi tubuh Anda dari zat alami tertentu yang menyebabkan peradangan. Efek ini membantu untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, atau demam. Obat ini tersedia dalam sediaan Tablet Salut Selaput dan Sirup yang diproduksi oleh Promedrahardjo Farmasi Industri.

Keterangan

  1. Fenatic Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti-Inflamasi Non steroid
    • Kandungan: Ibuprofen
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: PromedRahardjo Farmasi Industri
  2. Fenatic Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Anti-Inflamasi Non steroid
    • Kandungan: Ibuprofen
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 mL.
    • Farmasi: PromedRahardjo Farmasi Industri.

Kegunaan

Fenatic merupakan obat yang digunakan untuk membantu meredakan nyeri serta untuk menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis Tablet:
Untuk dewasa 400 mg 3-4 kali perhari, sebagai analgesik 200-400 mg 3-4 kail sehari. Penggunaan Obat ini harus dengan Resep Dokter.

Dosis Sirup:
Anak 1-2 tahun 3-4 x sehari ½ sendok teh (2.5 mL).
Anak 3-7 tahun 3-4 x sehari 1 sendok teh (5 mL).
Anak 8-12 tahun 3-4 x sehari 2 sendok teh (10 mL).

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Fenatic atau Ibuprofen, yaitu:
Mual, muntah, diare, perut kembung, sembelit, pencernaan yang terganggu, mulas.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Fenatic atau Ibuprofen pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen.
2. Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass arteri koroner.
3. Gangguan ginjal atau hati akut.
4. Kehamilan (trimester ketiga).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Fenatic atau Ibuprofen:
1. Peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan dengan NSAID lain (Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (Warfarin), kortikosteroid, SSRI.
2. Peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal dengan siklosporin, tacrolimus.
3. Peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan lithium, metotreksat.
4. Dapat mengurangi efek antihipertensi dari penghambat ACE, antagonis reseptor angiotensin II.