Pengertian

Fenocin merupakan antibiotik yang mengandung Phenoxymethylpenicillin K 125 mg yang merupakan golongan antibiotik penisilin merupakan golongan antibiotik berspektrum luas. Phenoxymethylpenicillin K 125 mg dapat digunakan untuk infeksi bakteri streptokokus (termasuk pneumokokus) dan meningokokus yang menyebabkan infeksi mulut dan gusi, infeksi tenggorokan, demam reumatik dan demam Scarlet, yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Streptococcus grup A.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik
  • Kandungan : Phenoxymethylpenicillin K 125 mg.
  • Bentuk : Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 12 Tablet
  • Farmasi : Actavis.

Kegunaan

Fenocin mengandung Phenoxymethylpenicillin K 125 mg yang dapat menyembuhkan infeksi bakteri streptokokus (termasuk pneumokokus) dan meningokokus yang menyebabkan infeksi mulut dan gusi, infeksi tenggorokan, demam reumatik dan demam Scarlet, yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Streptococcus grup A.

Dosis & Cara Penggunaan

Fenocin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan fenocin juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: 2 tablet 3 x perhari.
  • Anak: 1 tablet 3 x perhari.

Mengkonsumsi antibiotik harus dihabiskan untuk mencegah resistensi.

Efek Samping

  • Gangguan GI
  • Glositis (Peradangan pada lidah)
  • Gangguan darah
  • Anafilaksis (Suatu reaksi berat yang dapat menyebabkan kematian)

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap antibiotik golongan penisilin
  • Pasien yang sedang mengkonsumsi obat nadolol dan propanolol

Interaksi Obat

  • Neomisin dapat mengurangi penyerapan dari fenometillpenisilin k.
  • Metotreksat dapat menyebabkan racun.
  • Nadolol dan propanolol dapat menyebabkan reaksi anafilaksi.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fenocin ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).