fibesco

Pengertian

Fibesco merupakan obat yang mengandung fenofibrate sebagai zat aktifnya. Fenofibrate digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol "jahat" dan lemak (seperti LDL, trigliserida). Fibesco bekerja dengan meningkatkan bahan alami (enzim) yang memecah lemak dalam darah. Menurunkan trigliserida pada orang dengan kadar darah trigliserida yang sangat tinggi dapat menurunkan risiko penyakit pankreas (pankreatitis).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen Dislipidemia
  • Kandungan: Fenofibrate 300 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Dipa Pharmalab Intersains PT

Kegunaan

Fibesco digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol (trigliserida) dalam darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Fibesco merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan fibesco juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis awal: 67 mg, di berikan 3 kali sehari atau 200 mg per hari. Dosis dapat dinaikkan menjadi 67 mg, di minum 4 kali sehari atau 267 mg per hari. 

Efek Samping

  • Sembelit
  • Rhinitis (radang selaput lendir hidung).
  • Nyeri punggung
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri perut

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi riwayat gangguan pada empedu,agranulositosis (Jumlah leukosit rendah), miopati (Kelainan otot), myositis (Peradangan otot), gangguan hati, rhabdomyolysis (Pemecahan sel otot), ginjal, pembuluh darah, trombositopenia (Kadar trombosit rendah), dan pankreatitis (Peradangan pankreas).

Interaksi Obat:

  • Simvastatin dapat meningkatkan risiko kerusakan otot
  • Ciclosporin dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fibesco ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.