Pengertian

Fibrion Infus merupakan golongan obat keras yang digunakan untuk pengobatan infark miokard (penyumbatan otot jantung) telah diketahui dengan pasti. Fibrinolitik bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkan plasminogen untuk membentuk plasmin, yang mendegradasi fibrin dan kemudian memecah trombus. Fibrion juga digunakan dalam pengobatan trombosis vena yang mengancam jiwa, dan dalam embolisme paru.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiplatelet, Antikoagulan, dan Trombolitik.
  • Kandungan: Streptokinase.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 10 mL.
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan

Fibrion Infus diindikasi untuk terapi pengobatan trombolitik pada infark miokard akut, embolisme paru dan stroke iskemik akut.

Dosis & Cara Penggunaan

Fibrion Infus adalah golongan obat keras yang dapat dibeli harus dengan resep Dokter. penggunaan Fibrion harus dengan bantuan tenaga medis. Berikut adalah dosis umum dari Fibrion :

  • Infark miokard, rejimen dipercepat (dimulai dalam 6 jam). Awal, injeksi intravena 15 mg, diikuti dengan infus 35 mg selama 60 menit (total 100 mg selama 90 menit); pada pasien dengan berat badan kurang dari 65 kg, dosis diturunkan.
  • Infark miokard, terapi awal diberikan dalam 6-12 jam: Awal, injeksi intravena 10 mg, diikuti dengan infus intravena 50 mg selama 60 menit. Kemudian 4 kali infus intravena 10 mg selama 30 menit (total 100 mg selama 3 jam; maksimal 1,5 mg/kg bb pada pasien dengan berat badan kurang dari 65 kg).
  • Embolisme paru, injeksi intravena 10 mg selama 1-2 menit, diikuti dengan infus intravena 90 mg selama 2 jam; maksimal 1,5 mg/kg bb pada pasien dengan berat badan kurang dari 65 kg.
  • Stroke akut, (terapi harus dimulai dalah 3 jam), meliputi intravena 900 mcg/kg bb (maksimal 90 mg) selama 60 menit; 10% dosis diberikan melalui injeksi intravena; Lansia. Tidak dianjurkan untuk usia diatas 80 tahun.

Efek Samping

  • Ruam
  • Kemerahan
  • Gatal
  • Urtikaria (biduran)
  • Mual
  • Diare,
  • Nyeri epigastrium
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Sakit punggung
  • Nyeri muskuloskeletal
  • Menggigil
  • Demam

Kontraindikasi:

  • Perdarahan
  • Trauma, atau pembedahan (termasuk cabut gigi) yang baru terjadi,
  • Kelainan koagulasi
  • Diatesis pendarahan
  • Diseksi aorta
  • Koma
  • Riwayat penyakit serebrovaskuler

Interaksi Obat:

  • Efek antagonis dengan agen antifibrinolitik mis. asam aminocaproic.
  • Berpotensi Fatal: Antikoagulan, heparin, agen antiplatelet mis. aspirin dan dipyridamole mempengaruhi fungsi trombosit meningkatkan risiko perdarahan.

Kategori Kehamilan :

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fibrion ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.