Pengertian

Fimahes infus merupakan obat yang dapat membantu proses terapi dan profilaksis hypovolemia (kondisi penurunan volume darah akibat kehilangan darah maupun cairan tubuh), sehingga mampu menyehatkan organ ginjal. Fimahes mengandung Hydroxyethyl starch (HES) 60 gram, NaCl 6,9 gram, KCl 0,3 gram, CaCl2 0,22 gram, dan Na Lactate 4,48 gram.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Elektrolit, Intravena, Larutan Steril.
  • Kandungan: Hydroxyethyl starch (HES) 200/0.5 60 g, NaCl 6.9 g, KCl 0.3 g, Ca chloride 0.22 g, Na lactate 4.48 g.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 500 mL.
  • Farmasi: Finusolprima Farma.

Kegunaan

Fimahes digunakan untuk membantu proses terapi dan membantu meningkatkan kesehatan organ ginjal.

Dosis & Cara Penggunaan

Fimahes 200 merupakan obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Fimahes 200 juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Fimahes 200 Infus sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

  • Ekspander volume plasma pada syok hipovolemik:
    Dewasa: 6%, 10% solusi: Awalnya, 10-20 mL melalui infus lambat dan dengan pemantauan yang cermat terhadap efek samping.
  • Titrasi dosis dan laju infus didasarkan pada kondisi pasien dan kebutuhan koloid. Interval waktu maks: 24 jam.
  • Dosis harian maks: 18 mL / kg.
    Aturan pakai harus dengan anjuran Dokter.

Efek Samping

  • Bradikardia (detak jantung cepat), takikardia (irama detak jantung lambat), perdarahan, kelebihan cairan.
  • Gangguan darah dan sistem limfatik: Anemia.
  • Keracunan.
  • Pendarahan luka.
  • Peningkatan waktu koagulasi, penurunan faktor pembekuan darah.
  • Peningkatan serum amilase.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Pruritus, ruam kulit.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Fimahes 200 pada pasien:

  • Hipersensitivitas (alergi)
  • Pasien sakit kritis
  • Luka bakar
  • Oliguria atau anuria yang tidak berhubungan dengan hipovolemia
  • Edema paru (pembengkakan jaringan paru)
  • Koagulasi atau kelainan perdarahan.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Gangguan hati dan ginjal.