Pengertian

Fixam adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih dan kelamin. Fixam 100 mg mengandung Cefixime, antibiotik golongan cephalosporin generasi ketiga yang aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif. Fixam bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Cefixime.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: PT Solas Langgeng.

Kegunaan

Fixam adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih dan kelamin.

Dosis & Cara Penggunaan

Fixam merupakan obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Fixam juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa dan anak >30 kg : 2 x Sehari 1/2 - 1 Kapsul.
  • Infeksi yang lebih parah:
    Dosis dapat ditingkatkan sampai dengan 2 x Sehari 2 Kapsul.

Efek Samping

  • Mual, muntah, diare
  • Ruam kulit
  • Pseudomembranous colitis (Peradangan pada usus) dan Clostridium difficile (Peradangan pada usus)
  • Anemia aplastik (tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah baru) dan anemia hemolitik (Penurunan sel darah merah)
  • Hepatitis (Peradangan hati)
  • Sistem Saraf
  • Syok anafilaksis (Reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa) yang bisa berakibat fatal
  • Diare sangat berat

Kontraindikasi:

Hipersensitif (Reaksi alergi) dan anak.

Interaksi Obat:

  • Probenesid
  • Carbamazepine
  • Antikoagulan
  • Nifedipin dan salicylat
  • Vaksin BCG atau vaksin tifoid hidup

Kategori kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fixam ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).