Pengertian

Flamed mengandung Ketoprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan akibat penyakit rematik, serta masalah pada otot dan persendian lainnya. Contohnya adalah penyakit rematik asam urat atau gout, otot tegang atau keseleo, dan artritis. Selain itu, Flamed juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit setelah operasi dan bagi wanita untuk meringankan rasa sakit akibat menstruasi. Rasa sakit dan peradangan pada bagian yang mengalami cedera berasal dari suatu zat yang disebut dengan prostaglandin. Zat ini dihasilkan oleh enzim cyclo-oxygenase (COX). Flamed bekerja dengan cara menghambat enzim COX tersebut.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Analgesik
  • Kandungan: Ketoprofen
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PromedRahardjo Farmasi Industri PT

Kegunaan

Flamed digunakan untuk membantu meredakan rasa sakit akibat rematik dan asam urat.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus Dengan Resep Dokter

  • Rheumatoid arthritis
    Dosis: 100-200 mg per hari, yang dibagi ke dalam 2-4 kali konsumsi. Maksimal 300 mg per hari. Kurangi dosis pada pasien usia 75 tahun ke atas.
  • Pereda nyeri
    Dosis: 25-50 mg, tiap 6-8 jam. Maksimal 300 mg per hari yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi. Kurangi dosis pada pasien usia 75 tahun ke atas.

Efek Samping

  • Sakit maag.
  • Mual dan Muntah
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan fungsi ginjal.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian kepada pasien dengan kondisi seperti serangan jantung, stroke, tukak lambung, ulkus duodenum, dan perdarahan saluran cerna.

Interaksi Obat:

  • Jika diberikan bersama dengan antihipertensi maka efek antihipertensi menurun
  • Dapat meningkatkan risiko pendarahan jika diberikan bersama kortikosteroid dan warfarin.
  • Jika diberikan bersama diuretik maka dapat terjadi peningkatan risiko gagal ginjal.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Flamed ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Pada trisemester ke 3 berubah menjadi:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Flamed ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.