Pengertian

Flamenac merupakan obat untuk radang sendi, osteoarthritis, gout akut, ankylosing spondylitis (radang sendi pada punggung), sakit punggung, keseleo dan strain, cedera olahraga jaringan lunak, beku bahu, dislokasi dan fraktur, tendonitis, tulang dan operasi sendi, gigi dan bedah minor.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS).
  • Kandungan: Diclofenac sodium 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: PT Hexpharm Jaya.

Kegunaan

Untuk radang sendi, osteoarthritis, gout akut, ankylosing spondylitis, sakit punggung, keseleo dan strain, cedera olahraga jaringan lunak, beku bahu, dislokasi dan fraktur, tendonitis, tulang dan operasi sendi, gigi dan bedah minor.

Dosis & Cara Penggunaan

Pemberian dosis obat flamenac untuk dewasa: 3 x sehari 25 - 50 mg. Untuk anak usia > 1 tahun 0.5 - 2 mg/kg berat badan dibagi beberapa kali pemberian.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu gangguan saluran cerna, gangguan pembekuan darah, gangguan kardiovaskuler (jantung), reaksi hipersensitif, dan gangguan fungsi ginjal.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Flamenac pada pasien yang memiliki indikasi :
1. Hipersensitif terhadap zat aktif dan tukak lambung.
2. Riwayat tercetusnya serangan asma, urtikaria (gatal) atau rinitis akut akibat obat-obat anti-inflamasi non-steroid lainnya.
3. Penyakit jantung iskemik (pembuluh darah koroner).
4. Penyakit arteri perifer.
5. Penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak).
6. Gagal jantung kongestif (NYHA (New York Heart Association) kelas II-IV).

Interaksi Obat
Peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan dengan kortikosteroid lain dan SSRI (Selective serotonin reuptake inhibitors). Peningkatan risiko efek samping terkait CV dengan glikosida jantung. Peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal dengan inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, tacrolimus. Peningkatan risiko toksisitas hematologis dengan azidotimidin. Peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, fenitoin. Penurunan efek dengan colestipol, cholestyramine. Mengurangi efek mifepristone. Peningkatan konsentrasi plasma puncak dengan penghambat CYP2C9 (vorikonazol). Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan dengan OAINs lain (aspirin), antiplatelet, antikoagulan (warfarin).

Kategori Kehamilan
-Sebelum 30 minggu kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Flamenac ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Flamenac selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
-Setelah 30 minggu kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Flamenac ke dalam Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Flamenac selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.