Pengertian

Flason mengandung methylprednisolone yang merupakan hormon kortikosteroid. Hormon kortikosteroid merupakan golongan hormon steroid yang diproduksi di dalam tubuh. Hormon kortikosteroid berperan dalam sistem fisiologis seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah dan perilaku. Flason bekerja dengan mengurangi pembengkakan (inflamasi) dan menekan respon sistem sistem imun. Flason dapat membuat kenaikan tingkat gula darah yang dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes, sehingga apabila penderita diabetes sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada Dokter ketika ingin menggunakan Flason. Penggunaan Flason yang tidak sesuai dan tidak tepat dapat menurunkan kemampuan sistem imun tubuh Anda untuk melawan infeksi sehingga tubuh menjadi rentan terhadap ancaman penyakit.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg ; Methylprednisolone 8 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: PT Ikapharmindo.

Kegunaan

Flason digunakan untuk membantu mengobati peradangan (inflamasi). Flason bekerja dengan mengurangi pembengkakan (inflamasi) dan menekan respon sistem sistem imun.

Dosis & Cara Penggunaan

Flason merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan flason juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Alergi pada orang dewasa
    • Hari pertama diminum 24 mg ( 8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam dan 8 mg saat tidur malam).
    • Hari ke-2 diminum 20 mg ( 4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 8 mg saat tidur malam).
    • Hari ke-3 diminum 16 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 4 mg saat tidur malam).
    • Hari ke-4 diminum 12 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang dan 4 mg saat tidur malam).
    • Hari ke-5 diminum 8 mg (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg saat tidur malam).
    • Hari ke-6 diminum 4 mg sebelum sarapan. Atau sesuai petunjuk Dokter.
  • Anti inflmasi/peradangan dan imunosupresif (penekan sistem imun) :
    • Dewasa sebagai dosis awal 2-60 mg perhari dalam dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang diobati.
    • Anak-anak 0.5-1.7 mg/kg berat badan dalam dosis terbagi setiap 6-12 jam

Efek Samping

  • Mual dan muntah.
  • Mulas.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sulit tidur.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Meningkat produksi keringat.
  • Moon face (wajah terlihat bengkak atau gemuk).

Kontraindikasi

Jangan diberikan pada penderita infeksi jamur sistemik

Interaksi Obat

  • Kehilangan penekan kortikosteroid-diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide.
  • Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (misalnya amfoterisin B dan diuretik).
  • Penurunan bersihan dengan antibiotik macrolide.
  • Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid.
  • Peningkatan bersihan dengan cholestyramine.
  • Risiko kejang dengan siklosporin.
  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis.
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat.
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketoconazole dan eritromisin.
  • Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau NSAID lainnya.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin.
  • Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.

Kategori kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Flason ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.