Pengertian

Flixotide merupakan obat yang mengandung Fluticasone propionate sebagai zat aktifnya. Fluticasone propionate merupakan obat yang digunakan untuk membantu pencegahan asma berat pada dewasa dan remaja. Flixotide juga digunakan untuk membantu pengobatan eksaserbasi akut pada asma (gejala sesak napas, batuk, bising mengi atau dada terasa tegang) ringan sampai sedang pada anak dan remaja 4-16 tahun.

Keterangan

  1. Flixotide Inhaler
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Fluticasone propionate 50 mcg; Fluticasone propionate 125 mcg; Fluticasone propionate 250 mcg per dosis
    • Bentuk: Inhaler
    • Satuan Penjualan: Box @ 1 inhaler
    • Kemasan: Box @ 1 inhaler
    • Farmasi: Gallaxo Welcome Indonesia.
  2. Flixotide Nebules
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Fluticasone propionate 0.5 mg/ 2 mL
    • Bentuk: Nebules
    • Satuan Penjualan: Box
    • Kemasan: Box @ 10 Nebules
    • Farmasi: Gallaxo Welcome Indonesia.

Kegunaan

Flixotide digunakan untuk membantu pencegahan asma berat pada dewasa dan remaja.

Dosis & Cara Penggunaan

Flixotide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. 

Dosis dewasa lebih dari 16 tahun: 500-2000 mcg, 2 kali sehari.
Anak usia dibawah 16 tahun: 100 mcg, 2 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi flixotide adalah:
- Suara serak
- Kandidiasis mulut dan tenggorokan

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap fluticasone propionate

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Flixotide ke dalam Kategori C:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.