Pengertian

Floxapen merupakan sediaan kapsul yang mengandung Flukloksasilin. Floxapen digunakan untuk membantu pengobatan tonsilitis (peradangan pada amandel biasanya terjadi pada anak-anak), faringitis (peradangan pada faring atau bagian belakang tenggorokan), otitis media (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah yaitu ruang belakang gendang telinga), sinusitis (peradangan pada dinding sinus), pneumonia (peradangan pada paru-paru) dan infeksi kulit.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Flucloxacillin 250 mg; Flucloxacillin 500 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @16 Kapsul.
  • Farmasi: Actavis Indonesia PT

Kegunaan

Floxapen digunakan untuk membantu mengobati peradangan pada amandel, paru-paru, tenggorokan, telinga serta infeksi kulit.

Dosis & Cara penggunaan

Floxapen termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa: 250 mg 4 kali sehari.
  • Anak 2-10 tahun: Dosis sama dengan orang dewasa.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Floxapen, yaitu:
1. Reaksi sensitivitas (Urtikaria, ruam makulopapular, pruritus, demam, nyeri sendi, angioedema).
2. Gangguan elektrolit.
3. Halusinasi.
4. Kejang-kejang.
5. Diare, mual, muntah.
6. Kandidiasis, eritema multiforme.
7. Sindrom Stevens-Johnson.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Floxapen pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif terhadap flucloxacillin dan penisilin lainnya.
2. Disfungsi hati.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Floxapen:
1. Dapat meningkatkan risiko toksisitas metotreksat.
2. Dapat mengurangi efek terapi OC yang mengandung estrogen.
3. Peningkatan konsentrasi plasma dengan probenesid.
4. Obat bakteriostatik (kloramfenikol, tetrasiklin) dapat mengganggu efek bakterisida flukloxasilin.
5. Dapat memperpanjang waktu perdarahan pada pasien yang menggunakan antikoagulan oral.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Floxapen ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).