Pengertian

Floxika merupakan obat yang mengandung Ofloxacin yang merupakan golongan antibiotik kuinolon. Floxika digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti: cervicitis (peradangan pada leher rahim) / uretritis (peradangan pada uretra) non-gonokokal akibat Chlamydia trachomatis, infeksi kelamin tanpa komplikasi karena Chlamydia trachomatis, infeksi saluran pernapasan bawah, penyakit radang panggul, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat). Floxika bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan memberantas bakteri penyebab infeksi-infeksi tersebut.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
  • Kandungan: Ofloxacin 400 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Ikapharmindo

Kegunaan

Floxika digunakan untuk mengobati infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, infeksi saluran pernapasan bawah, penyakit radang panggul, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, prostatitis.

Dosis & Cara Penggunaan

Floxika termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Cervicitis / uretritis non-gonokokal akibat Chlamydia trachomatis, infeksi genital tanpa komplikasi karena Chlamydia trachomatis
    Dewasa: 1 tablet per hari dalam dosis tunggal atau terbagi selama 7 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah
    Dewasa: 1 tablet per hari, diminum di pagi hari, tingkatkan dosis menjadi 1 tablet diminum 2 kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Penyakit radang panggul
    Dewasa: 1 tablet diminum 2 kali selama 14 hari.
  • Infeksi saluran kemih
    Dewasa: 1/2 - 1 tablet per hari, diminum di pagi hari. Jika perlu, tingkatkan dosis menjadi 1 tablet diminum 2 kali sehari.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
    Dewasa: 1 tablet diminum 2 kali sehari untuk 5-10 hari.
  • Prostatitis
    Dewasa: Akut atau kronis: 1/2 tablet diminum 2 kali sehari selama 28 hari.

Efek Samping

  • Mual, muntah
  • Sakit perut, perut kembung
  • Diare, sembelit
  • Sakit kepala, insomnia, pusing
  • Ruam
  • Peningkatan AST dan / atau ALT serum
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Anemia
  • Ketidaknyamanan mata dan iritasi
  • Batuk
  • Henti pernapasan

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap ofloksasin atau terhadap kuinolon lainnya.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersamaan dari IA kelas (misalnya: Quinidine, procainamide) atau kelas III (misalnya: Amiodarone, sotalol) agen antiaritmia dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QT.
  • Konsentrasi serum dan urin menurun jika diberikan bersamaan dengan antasid yang mengandung Mg, Al atau Ca.
  • Aktivitas antibakteri aditif jika diberikan bersamaan dengan aminoglikosida (misalnya: Amikasin, tobramycin).
  • Kortikosteroid dapat meningkatkan risiko gangguan tendon berat.
  • Meningkatnya risiko stimulasi sistem saraf pusat (misalnya: Kejang) jika diberikan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid.
  • Konsentrasi teofilin serum yang lebih tinggi dan berkepanjangan dan peningkatan risiko efek samping yang terkait jika diberikan bersamaan dengan teofilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Floxika ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.