Pengertian

Fludara merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet yang memiliki komposisi Fludarabine phosphate 10 mg. Obat ini berfungsi untuk mengobati penyakit leukimia dengan cara menghambat atau mengehentikan pertumbuhan sel kanker. Pemberian obati ini biasanya diberikan pada pasien yang memiliki riwayat penyakit leukimia limfositik kronis sel B.

Keterangan

  • Fludara Tablet
    • Golongan : Obat Keras.
    • Kelas Terapi : Obat Kanker.
    • Kandungan : Fludarabine Phosphate 10 mg.
    • Bentuk : Tablet.
    • Satuan Penjualan : Strip.
    • Kemasan : Strip @ 5 Tablet.
    • Farmasi : Sanofi Aventis.
  • Fludara Injeksi
    • Golongan : Obat Keras.
    • Kelas Terapi : Obat Kanker.
    • Kandungan : Fludarabine Phosphate 10 mg.
    • Bentuk : Vial
    • Satuan Penjualan : Vial
    • Kemasan : Dus, 5 Vial @ 50 mg.
    • Farmasi : Sanofi Aventis.

Kegunaan

Fludara digunakan untuk terapi pengobatan pada pasien leukimia limfositik kronis sel B.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan:
Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dosis penggunaan untuk dewasa : 40 mg/m2 lingkar badan/ hari. Pemakaian obat ini selama 5 hari berturut-turut selama 28 hari.

Efek Samping

  • Pergelangan kaki membengkak
  • Nyeri pada otot
  • Gangguan pada pencernaan
  • Gejala flu
  • Berkeringat
  • Terjadinya ruam pada kulit

Kontraindikasi

  • Tidak disarankan penggunaan bat ini bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit pada sumsum tulang.
  • Pasien yang memiliki riwayat gagal ginjal
  • Pasien yang pernah mengalami transfusi darah

Interaksi Obat

  • Tidak di anjurkan penggunaan obat ini bersamaan dengan obat yang memiliki komposisi Pentostatin.
  • Penggunaan obat ini bersamaan dengan Piridamol dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan fludara ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).