Pengertian

Fludis merupakan infus yang di produksi oleh PT. Bernofarm. Fludis mengandung Fluconazole yang digunakan untuk mengobati candidiasis. Bagian tubuh yang bisa terinfeksi oleh jamur candidiasis seperti vagina, mulut, tenggorokan, kerongkongan, rongga perut, paru, saluran kemih, dan aliran darah. Fludis juga bermanfaat untuk mengobati meningitis yang disebabkan jamur Cryptococcus (cryptococcal meningitis). Selain itu, obat ini juga mampu mencegah infeksi jamur pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pasien yang menjalani kemoterapi atau radioterapi, setelah transplantasi sumsum tulang, serta penderita AIDS. Fludis bekerja dengan cara menghambat enzim pertumbuhan jamur.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antifungi
  • Kandungan: Fluconazole 200 mg / 100 ml
  • Bentuk: Botol Infus
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Dus, 1 Botol @ 100 ml
  • Farmasi: PT. Bernofarm

Kegunaan

Fludis mengandung Fluconazole yang digunakan untuk mengobati candidiasis dan mencegah infeksi jamur pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pasien yang menjalani kemoterapi atau radioterapi, setelah transplantasi sumsum tulang dan penderita AIDS.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Fludis , harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Pencegahan infeksi jamur pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
    • Dewasa: 50-400 mg per hari.
    • Anak Usia Anak Usia 2-4 minggu: 3-12 mg/kgBB, 2 hari sekali.
    • Anak Usia >4 minggu, 3-12 mg/kgBB, sekali sehari.
  • Cryptococcal meningitis dan candidiasis sistemik (aliran darah)
    • Dewasa: Dosis awal adalah 400 mg pada hari pertama. Dosis selanjutnya: 200-400 mg, sekali sehari. Dosis pada pasien AIDS: 100-200 mg, sekali sehari. Durasi pengobatan tergantung pada respons klinis, biasanya 6-8 minggu pada pasien cryptococcal meningitis.
    • Anak Usia Anak Usia 2-4 minggu: 3-12 mg/kgBB, 2 hari sekali.
    • Anak Usia >4 minggu: 3-12 mg/kgBB, sekali sehari.

Efek Samping

  • Sakit kepala.
  • Nyeri perut.
  • Perubahan pada indra pengecap.
  • Diare.

Kontraindikasi :
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap fluconazole.

Interaksi Obat :
1. Pengunaan fluconazole bersama HCT, Phenytoin, Teofilin, Midazolam, Celecoxib, Fentanyl, Atorvastatin, Simvastatin, Lovastatin dapat meningkatkan kadar obat-obat tersebut.
2. Pengunaan fluconazole bersama rifampisin dapat mengurangi kadar fluconazole.

Kategori Kehamilan :

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fludis ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).