Pengertian

Flutamol-P adalah sediaan obat batuk dan pilek yang mengandung Paracetamol, Clorpheniramine, Dextromethorphan HBr, dan Phenylpropanolamine HCl. Flutamol-P dengan komposisi yang dikombinasikan untuk meredakan gejala flu, seperti: bersin-bersin, demam, hidung tersumbat. Obat Flutamol-P sama seperti obat batuk pilek lainnya, obat ini hanya dapat meredakan gejala flu saja. Flutamol-P tersedia dalam bentuk sediaan sirup dan kapsul yang diproduksi oleh Pyridam Farma. Flutamol-P dengan perbedaan sediaan diformulasikan untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat.

Keterangan

  • Flutamol-P Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Paracetamol 150 mg, phenylpropanolamine HCl 3.5 mg, chlorpheniramine maleate 0.5 mg, dextromethorphan HBr 5 mg.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 mL.
    • Farmasi: Pyridam Farma Tbk PT.
  • Flutamol-P Kapsul
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg, phenylpropanolamine HCl 15 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg, dextromethorphan HBr 15 mg.
    • Bentuk: Kapsul.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
    • Farmasi: Pyridam Farma Tbk PT.

Kegunaan

Flutamol-P digunakan untuk membantu meredakan gejala flu, seperti: hidung tersumbat, bersin-bersin dan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

  • Penggunaan Flutamol-P Kapsul
    Diminum 3 kali sehari 1 kapsul.
  • Flutamol-P Sirup
    • Dewasa dan anak >12 tahun: 3 kali sehari 4 sendok takar 5ml.
    • Anak 6-12 tahun: 3 kali sehari 2 sendok takar 5ml.
    • Diminum setelah makan, mencegah ketidaknyamanan dalam perut.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Flutamol-P, antara lain: sembelit, mengantuk, dan mual muntah

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Flutamol-P pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Hipertensi.
  • Glaukoma.
  • Hipersensitif atau alergi terhadap salah satu komponen Flutamol-P.
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Flutamol-P ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.