Pengertian

Fluxar merupakan obat yang ada dalam berbagai sediaan seperti infus dan kapsul dengan dosis yang berbeda. Fluxar mengandung fluconazole yang berfungsi sebagai pengobatan candidiasis. Fluconazone bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jamur dengan menghambat enzim pertumbuhan pada jamur candida. Fluconazole diindikiasikan untuk pasien yang mengalami infeksi candida di kerongkongan, sekitar mulut dan kerongkongan (sariawan), disekitar area kewanitaan, sistemik serius diakibatkan oleh candida dan dapat juga untuk pengobatan meningitis atau radang selaput otak yang disebabkan oleh Cryptococcus neoformans.

Keterangan

  • Fluxar Infus:
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Anti Fungi
    • Kandungan: Fluconazone 2 mg / ml
    • Bentuk: Infus
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 100 ml.
    • Farmasi : Novell pharmaceutical lab
  • Fluxar Kapsul:
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Anti Fungi
    • Kandungan: Fluconazone 500 mg.
    • Bentuk: Kapsul.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
    • Farmasi : Novell pharmaceutical lab.

Kegunaan

Fluxar mengandung fluconazole diindikiasikan untuk pasien yang mengalami infeksi candida.

Dosis & Cara Penggunaan

Fluxar merupakan obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan fluxar juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan fluxar infus sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

  • Meningitis
    Dewasa : Hari 1 : 400mg sebagai single dosis, hari ke 2 dan selanutnya : 200 - 400 mg perhari
  • Sistemik kandida
    Dewasa: Hari 1 : 400 mg sebagai single dosis, hari selanjutnya menjadi 200 mg per hari, dosis dapat dinaikkan menjadi 400 mg per hari.
  • Kandida di sekitar mulut dan kerongkongan (sariawan)
    Dewasa :50mg per hari selama 1 - 2 minggu, bila perlu dapat dilanjutkan namun perlu pengawasan, maksimal dosis 100 mg.
  • Kandida vaginal
    Dewasa 150 mg sebagai single dosis

Efek Samping

  • Gangguan pencernaan seperti mual, nyeri perut, diare, perut kembung,
  • Terjadi ruam pada kulit
  • Sakit kepala

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki hipersensitifitas pada fluconazole atau golongan azole
  • Pasien yang hamil dan menyusi

Interaksi Obat

  • Fluconazole dapat menghambat beberapa reaksi metabolisme obat ketika dikonsumsi bersamaan dengan menghambat enzim sitokrom P450 (CYP3A4).
  • Rifampicin dapat menurunkan konsentrasi fluconazole didalam plasma
  • Tefenadine dapat menyebabkan detak jantung tidak normal
  • Astemizole, cisapride dan terfenadine harus dihindari karena berbahaya untuk penyumbatan jantung
  • Antikoagulan dapat meingkatkan efek dari antikoagulan dan menurunkan klirens dari teofilin.
  • Sulfonylureas (chlorpropamide, glibenclamide, glipizide and tolbutamide) dapat memeperpanjang waktu paruh dari serum, maka dari itu penggunaan dari fluconazole untuk penderita hipoglikemia tidak dianjurkan

Keamanan Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fluxar ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).