Pengertian

Fluxum merupakan sediaan injeksi yang diproduksi oleh Alfa Wassermann. Fluxum mengandung zat aktif Parnaparin yang berfungsi mencegah trombosis vena (terjadi penggumpalan darah pada pembuluh darah vena) saat prosedur pembedahan, mengatasi peradangan pembuluh darah, dan membantu mengatasi angina (nyeri dada). Fluxum bekerja meningkatkan aksi antitrombin III.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet & Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Fluconazole
  • Bentuk: Pre-Filled Syringe
  • Satuan Penjualan: Pre-Filled Syringe
  • Kemasan: Dus, 6 Pre-Filled Syringe @ 0,6 ml
  • Farmasi: Alfa Wassermann / Pratapa Nirmala

Kegunaan

Fluxum berfungsi mencegah trombosis vena saat prosedur pembedahan, mengatasi peradangan pembuluh darah, dan membantu mengatasi angina.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Fluxum, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Profilaksis tromboemboli vena pasca operasi (Subkutan/ injeksi melalui kulit)
Dewasa: Untuk prosedur bedah umum: Sebagai natrium: Injeksi sebanyak 3.200 unit, di berikan 2 jam sebelum prosedur, di lanjutkan dengan dosis 3.200 unit sekali sehari selama 7 hari. Untuk pasien dengan risiko operasi atau ortopedi yang lebih tinggi: As sodium: Injeksi sebanyak 4250 unit di berikan 12 jam sebelum prosedur, dii lanjutkan dengan dosis 4250 unit diberikan 12 jam pasca operasi dan kemudian sekali sehari selama 10 hari.

Gangguan tromboemboli (Subkutan)
Dewasa: Sebagai natrium: Injeksi sebanyak 6400 unit selama 7-10 hari.

Efek Samping

Efek Samping :
Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Fluxum, yaitu:
1. Hiperkalemia terkait dengan hipoaldosteronisme
2. Trombositopenia
3. Reaksi kulit ruam urtikaria atau hipersensitivitas
4. Reaksi nekrosis kulit (terlokalisasi atau jauh dari situs inj)
5. Peningkatan transaminase.

Kontraindikasi :
Hindari penggunaan Fluxum pada penderita:
Jangan memberi Fluxum melalui Intramuskular, pasien dengan riwayat trombositopenia dengan heparin, uji agregasi platelet in-vitro positif (reaktivitas silang) dengan parnaparin, endokarditis bakteri, dan kondisi atau penyakit dengan peningkatan risiko perdarahan.

Interaksi Obat :
Interaksi obat yang mungkin dapat terjadi jika menggunakan fluxum bersama dengan obat lainnya :
1. Pengunaan fluxum bersama aspirin dan dipiridamole akan mempengaruhi fungsi trombosit.
2. Pengunaan fluxum bersama golongan ACEI dapat menyebabkan hiperkalemia.

Kategori Kehamilan :
Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.