Pengertian

Fobancort adalah sediaan krim dan salep yang mengandung Fusidic acid, dan Betamethasone. Fobancort digunakan untuk membantu terapi pengobatan dermatosis inflamasi dimana terjadi infeksi bakteri (penyakit kulit yang ditandai dengan adanya eritema atau bejolan merah, bercak putih perak atau merah bersisik). Fobancort juga membantu mengatasi eksim (peradangan pada kulit yang menyebabkan rasa gatal, kulit kering dan memerah). Betametason adalah golongan obat kortikosteroid terfluorinasi topikal yang memiliki efek antiinflamasi (anti peradangan) dan antipruritik (menghilangkan rasa gatal). Fusidic acid adalah agen antibakteri topikal kuat yang efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Streptococci, Corynebacteria, Neiserria dan Clostridia dan Bacteroides tertentu.

Keterangan

  • Fobancort Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiinfeksi Topikal dengan Kortikosteroid.
    • Kandungan: Fusidic acid 20 mg, betamethasone dipropionate 0.5 mg.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 15 Gram.
    • Farmasi: HOE Pharmaceutical.
  • Fobancort Salep
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiinfeksi Topikal dengan Kortikosteroid.
    • Kandungan: Fusidic acid 20 mg, betamethasone dipropionate 0.5 mg.
    • Bentuk: Salep.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 15 Gram.
    • Farmasi: HOE Pharmaceutical.

Kegunaan

Fobancort digunakan untuk membantu mengatasi eksim dan peradangan pada kulit karena infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Sebelumnya kulit yang terinfeksi dibersihkan, Fobancort di oleskan 2 kali sehari pada kulit yang terinfeksi. Durasi maksimal: 2 minggu.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Fobancort, antara lain:

  • Rasa terbakar.
  • Gatal.
  • Kulit menjadi kering.
  • Moon face atau bengkak pada wajah.
  • Kemerahan.
  • Sindrom Cushing (kelebihan kadar kortisol di dalam tubuh).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Fobancort pada pasien yang memiliki indikasi:
Lesi kulit yang berasal dari virus, jamur atau bakteri (Herpes atau varicella), manifestasi kulit terkait TB atau sifilis.