Pengertian

Forcanox merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Nulab Pharmacutical Indonesia. Forcanox mengandung Itraconazole 100 mg yang berfungsi mencegah infeksi jamur, infeksi jamur kuku, pityriasis versicolor (panu), pencegahan infeksi jamur pada pasien AIDS, Infeksi Tinea (penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur), Oropharyngeal candidiasis (infeksi jamur di mulut), dan vulvovaginal candidiasis (infeksi jamur pada organ genital wanita). Forcanox bekerja dengan cara Itrakonazol menghambat aktivitas CYP450 jamur, sehingga menghambat pembentukan membran sel jamur.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antifungi
  • Kandungan: Itraconazole 100 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 6 kapsul.
  • Farmasi: PT. Nulab Pharmacutical Indonesia.

Kegunaan

Forcanox berfungsi untuk mencegah infeksi jamur pada kuku, kulit, mulut, dan organ genital wanita.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Forcanox, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Kurap pada tubuh (tinea corporis) atau lipat paha (tinea cruris)
    100 mg per hari, selama 15 hari, atau 200 mg per hari, selama 7 hari.
  • Pencegahan infeksi jamur pada pasien AIDS dan pasien dengan sel darah putih rendah (neutropenia)
    200 mg per hari. Bila diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 200 mg, 2 kali sehari.
  • Panu
    200 mg per hari, selama 7 hari.
  • Infeksi jamur dalam aliran darah
    100-200 mg, sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg, 3 kali sehari, untuk infeksi jamur yang berat hingga mengancam nyawa.
  • Candidiasis mulut dan tenggorokan
    100 mg per hari, selama 15 hari. Pada pasien AIDS dan neutropenia, dosis yang diberikan adalah 200 mg per hari, selama 15 hari.
  • Candidiasis vagina
    200 mg, 2 kali sehari. Hanya dikonsumsi untuk satu hari.
  • Infeksi jamur kuku
    200 mg per hari, selama 3 bulan.
  • Infeksi jamur pada tangan atau kaki
    100 mg per hari, selama 30 hari, atau 200 mg, 2 kali sehari, selama 7 hari.

Efek Samping

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit perut
  • Badan mudah lelah
  • Hepatitis
  • Gatal
  • Ruam
  • Hipertensi
  • Albuminuria (urin mengandung protein albumin yang banyak)
  • Hipokalemia (kadar kalium dalam darah kurang dari normal)
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Gejala tidak enak badan (malaise)
  • Bengkak pada salah satu bagian tubuh
  • Peningkatan lemak trigliserida dalam darah
  • Gairah seks menurun

Kontraindikasi :
Hindari penggunaan Forcanox pada pasien yang hipersensitif, penderita disfungsi ventrikel, gangguan ginjal, kehamilan, dan gangguan hati.

Interaksi Obat :

  • Penggunaan itraconazole dengan alprazolam, antikoagulan, cilostazol, digoxin, kortikosteroid, midazolam, repaglinide, colchicine, dan irinotecan dapat meningkatkan kadar itaconazole.
  • Penggunaan itraconazole dengan antasida dan ranitidin dapat menyebabkan penurunan kadar itraconazole dalam darah.
  • Penggunaan itraconazole dengan erithromisin dan claritromicin dapat meningkatkan kadar itraconazole dalam darah.
  • Penggunaan itraconazole dengan simvastatin dapat meningkatkan risiko miopati.

Kategori Kehamilan :
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Forcanox ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.