Pengertian

Fordiab Tablet merupakan golongan obat keras yang mengandung zat aktif gliquidone yang berguna untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Fordiab Tablet bekerja dengan menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin dari pankreas β-sel dan mengurangi output glukosa dari hati. Pada pemberian jangka panjang, obat ini juga mempunyai efek ekstra pankreas yang bisa meningkatkan sensitivitas insulin pada situs target perifer. Diabetes adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif menggunakan insulin. Diabetes biasa ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Sedangkan, diabetes tipe 2 adalah diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah. Untuk mendapatkan terapi yang lebih maksimal, pengobatan dapat diiringi dengan pola makan yang sehat dan diet serta olahraga dan istirahat yang teratur.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiabetik
  • Kandungan: Gliquidone 30 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Hexpharm Jaya.

Kegunaan

Fordiab Tablet digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan cara penggunaan Fordiab Tablet:

1. Dosis dewasa, dosis awal : 15 mg/hari sebelum makan pagi. Jika respon yang diharapkan belum memuaskan, maka dosis dapat ditingkatkan secara perlahan-lahan dengan setiap kenaikan sebesar 15 mg sampai mencapai dosis 45-60 mg/hari yang dapat dibagi dalam 2-3 x pemberian, dosis yang terbesar diberikan sebelum makan pagi.

2. Dosis maksimal : 60 mg/dosis atau 120 mg/hari.
Dosis dan frekuensi pemberian disesuaikan dengan kondisi individual tiap pasien, termasuk pengaturan diet yang dijalaninya.

Selama masa pengobatan, tes kadar glukosa darah dan glukosa urin perlu dilakukan untuk menentukan perlu tidaknya penyesuaian dosis.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Fordiab Tablet:

1. Hipoglikemia atau keadaan kadar gula darah menurun dibawah batas normal yang ditandai dengan lemas, berkeringat dingin, gemetar, sakit kepala, kebingungan, halusinasi, kejang, dan penurunan kesadaran sampai koma.
2. Reaksi alergi obat seperti kemerahan pada kulit, bengkak, gatal-gatal.
3.Reaksi alergi yang lebih hebat seperti pembengkakan saluran napas dan syok.
4. Kelainan produksi sel darah;
5. Gangguan pencernaan seperti diare, mual, nyeri perut, dan muntah.
6. Gangguan penglihatan.

Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Fordiab Tablet pada pasien:
1. Diabetes mellitus tipe 1; ketoasidosis; infeksi parah; trauma;
2. Wanita hamil dan menyusui
3. Porfiria (kelainan genetik)
4. Hipersensitivitas (alergi)
5. Gangguan hati dan ginjal.

Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Fordiab Tablet:
1. Alkohol, salisilat, sulfonamid, fenilbutazon, tuberkulostatik kloramfenikol, tetrasiklin, derivat kumarin, siklofosfamid, MAOI, kotrimoksasol, mikonidazol dapat memperkuat efek hipoglikemik (turunnya kadar gula dalam darah).
2. Klorpromazin, simpatomimetik, kortikosteroid, hormon tiroid, kontrasepsi oral, dan preparat yang mengandung asam nikotinat dapat menurunkan efek hipoglikemik (turunnya kadar gula dalam darah).
3. Rifampisin dapat mengurangi efek terapi obat ini.

Kategori kehamilan:

Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Glurenorm ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Fordiab selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.