Pengertian

Fortanes merupakan obat injeksi yang di produksi oleh Kalbe Farma. Obat ini mengandung Midazolam merupakan golongan obat benzodiazepine yang memiliki efek sedasi (menenangkan), anxiolysis (anti cemas), amnesia. Fortanes di gunakan untuk pemberian obat sebelum induksi anesthesia (bius) sebelum tindakan operasi, di gunakan sebagai obat anti kejang, memberikan efek bius lokal untuk prosedur bedah gigi.

Keterangan

  1. Fortanest 1mg/ ml
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hiptonik dan Sedatif.
    • Kandungan: Midazolam 1 mg/ml.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Box @ 5 ampul; Ampul @ 5 mL.
    • Farmasi: PT Kalbe Farma.
  2. Fortanest 5 mg/ ml
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hiptonik dan Sedatif.
    • Kandungan: Midazolam 1 mg/ml.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Box @ 5 ampul; Ampul @ 3 mL.
    • Farmasi: PT Kalbe Farma.

Kegunaan

Fortanest di gunakan untuk premedikasi (pemberian obat sebelum induksi anesthesia (pembiusan)), obat anestesi (bius).

Dosis & Efek Samping

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Premedikasi:
Dewasa: 70-100 mcg/kgBB melalui injeksi intramuskular (melalui otot). Dosis lazim: 5 mg.
Orang tua & pasien lemah: 25-50 mcg/kgBB melalui injeksi intramuskular (melalui otot).
Diberikan 30 menit sebelum operasi.

Induksi:
200-300 mcg/kgBB melalui injeksi intravena (pembuluh darah) lambat.
Anak usia > 7 tahun: 150 mcg/kgBB melalui injeksi intravena (pembuluh darah) lambat.

Sedasi:
2 mg melalui injeksi intravena (pembuluh darah), dosis dapat ditingkatkan menjadi 0,5-1 mg. Dosis rata-rata: 2,5-7,5 mg.

Sedasi di ICU:
30-300 mcg/kgBB infus intravena (pembuluh darah) selama 5 menit, kemudian 30-200 mcg/kgBB/jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu:
- Mual, muntah
- Sakit kepala
- Cegukan
- Laringospasme (kejang pita suara)
- Sesak napas
- Halusinasi
- Ataksia (gangguan koordinasi gerakan)
- Ruam kulit
- Reaksi paradoksikal (reaksi berlawanan)
- Amnesia berlanjut.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Fortanest Injeksi terhadap:
- Pasien yang memiliki hipersensitif terhadap benzodiazepine
- Penderita glaukoma akut sudut sempit
- Bayi prematur.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan konsentrasi plasma jika digunakan dengan penghambat CYP3A4 (klaritromisin).
  • Konsentrasi plasma berkurang jika digunakan bersama dengan penginduksi CYP3A4 (rifampisin).
  • Dapat mempotensiasi aksi depresan sistem saraf pusat lainnya termasuk agonis opiat atau analgesik lainnya, barbiturat atau obat penenang lainnya, anestesi.
  • Berpotensi Fatal: Konsentrasi plasma meningkat secara signifikan jika digunakan dengan inhibitor CYP3A4 yang poten (ketoconazole).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fortanest ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).