Pengertian

Obat fortanes merupakan obat untuk mengobati dan perawatan sedasi susunan saraf pusat golongan benzodiazepine yang memiliki efek sedasi (menenangkan), anxiolysis (anti cemas), amnesia. Selain itu obat ini memiliki efek induksi tidur yang cepat, anti konvulsan, dan relaksasi otot, serta tidak memperlambat waktu pulih sadar dari anestesia umum pada pasien dewasa.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hiptonik & Sedatif.
  • Kandungan: Midazolam 5 mg/ml.
  • Bentuk: Ampul.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box @ 5 ampul; Ampul 3 mL.
  • Farmasi: PT Kalbe Farma.

Kegunaan

Obat fortanest adalah jenis obat yang di pakai untuk mengobati penyakit dan perawatan Sedasi, Anxiolysis, Amnesia.

Dosis & Cara Penggunaan

- Premedikasi:
Dewasa: 70-100 mcg/kg IM. Dosis lazim: 5 mg.
Orang tua & pasien lemah: 25-50 mcg/kg IM.
Diberikan 30 menit sebelum operasi.
- Induksi:
200-300 mcg/kg IV lambat. Anak > 7 th: 150 mcg/kg IV lambat.
- Sedasi:
2 mg IV, dapat ditingkatkan 0,5-1 mg. Dosis rata-rata 2,5-7,5 mg.
- Sedasi di ICU:
30-300 mcg/kg infus IV selama 5 menit, kemudian 30-200 mcg/kg/jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu mual, muntah, sakit kepala, cegukan, laringospasme (kejang pita suara), sesak napas, halusinasi, ataksia (gangguan koordinasi gerakan), ruam kulit, reaksi paradoksikal (reaksi berlawanan), amnesia berlanjut.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Fortanest Injeksi 5 mg/mL terhadap pasien yang memiliki hipersensitif terhadap benzodiazepine, glaukoma akut sudut sempit, bayi prematur.

Interaksi Obat
Peningkatan konsentrasi plasma jika digunakan dengan penghambat CYP3A4 (klaritromisin). Konsentrasi plasma berkurang jika digunakan bersama dengan penginduksi CYP3A4 (rifampisin). Dapat mempotensiasi aksi depresan SSP lainnya termasuk agonis opiat atau analgesik lainnya, barbiturat atau obat penenang lainnya, anestesi. Berpotensi Fatal: Konsentrasi plasma meningkat secara signifikan jika digunakan dengan inhibitor CYP3A4 yang poten (ketoconazole).

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Fortanest Injeksi 5 mg/mL ke dalam Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Fortanest Injeksi 5 mg/mL selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.