Pengertian

Forten adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kelainan pada organ jantung. Forten mengandung Captopril, suatu obat yang termasuk ACE inhibitor golongan sulfhydryl.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: ACE Inhibitor.
  • Kandungan: Captopril 12.5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet.
  • Farmasi: PT Hexpharm Jaya.

Kegunaan

Untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kelainan pada organ jantung.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis yang tersedia 12.5 mg, 25 mg dan 50 mg. Untuk penggunaan yaitu 2-3 x sehari 1 kaplet
.

Efek Samping

Efek samping yang ditimbulkan:
1. Proteinuria (Kandungan protein pada urin), peningkatan ureum darah dan kreatinin.
2. Idiosinkratik, rashes (gatal), terutama pruritus (gatal biduran).
3. Neutropenia (kekurangan neutrofil), anemia, trombositopenia (kekurangan trombosit).
4. Hipotensi, batuk.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Forten 12.5 mg pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif terhadap captopril atau penghambat ACE lainnya.
2. Wanita hamil atau yang berpotensi hamil, wanita menyusui.
3. Gagal ginjal, stenosis aorta (katup aorta menyempit).

Interaksi Obat
Meningkatkan konsentrasi dan toksisitas lithium. Peningkatan risiko leukopenia jika digunakan bersama dengan prokainamid dan imunosupresan. Penurunan klirens ginjal dengan probenesid. Meningkatkan efek hipotensif TCA dan antipsikotik. Mengurangi efek antihipertensi dengan agen simpatomimetik. Peningkatan efek hipotensi jika digunakan dengan agen penghambat adrenergik dan OAINs (indometasin, ibuprofen). Mempotensiasi efek penurun glukosa darah dari insulin dan antidiabetik oral (sulphonylureas). Dapat mengakibatkan penurunan volume dan risiko hipotensi dengan diuretik tiazid atau loop (kecuali furosemide dan hidroklorotiazid). Dapat meningkatkan serum kalium jika digunakan bersama dengan diuretik hemat kalium (milorid, spironolakton, triamterene), pengganti atau suplemen garam yang mengandung Kalium. Peningkatan risiko fungsi ginjal rendah karena peningkatan serum kalium dengan OAINs. Peningkatan risiko angioedema jika digunakan bersama dengan penghambat neprilysin dan target mamalia dari penghambat rapamycin (misalnya temsirolimus, everolimus).
Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko hipotensi, hiperkalemia, dan gangguan fungsi ginjal dengan aliskiren. Peningkatan risiko angioedema dengan inhibitor neprilysin (mis. Sacubitril). Dapat menyebabkan reaksi anafilaktoid dengan dekstran sulfat pada apheresis LDL.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Forten 12.5 mg ke dalam Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Forten 12.5 mg selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.