Pengertian

Frixitas adalah obat produksi PT. Novell yang memiliki kandungan alprazolam ,yang merupakan obat golongan psikotropika.Obat ini penggunaan
nya harus dengan resep Dokter. Obat ini di gunakan untuk mengatasi cemas dan untuk pengobatan jangka pendek pada gangguan panik. Mekanisme kerja obat ini bekerja dengan meningkatkan efek asam gamma-aminobutyric (GABA) di otak. GABA adalah neurotransmitter (zat kimia yang digunakan sel saraf untuk berkomunikasi satu sama lain) yang menghambat aktivitas di otak.

Keterangan

  • Golongan: Psikotropika
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan:
  • -Alprazolam 0,25 mg
  • -Alprazolam 0,5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan:
  • Dus, 6 Strip @ 10Tablet
  • Farmasi:Novell Pharmaceutical Laboratorium.

Kegunaan

Frixitas biasa di gunakan sebagai obat tidur agar pasien
tidak merasa cemas dan panik.

Dosis & Cara Penggunaan

Frixitas merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Frixitas juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Pengobatan kecemasan jangka pendek
Dewasa 250-500 mcg,
meningkat setiap 3-4 hari hingga total 3-4 mg / hari.

Gangguan panik
Dewasa 0,5 mg , meningkat seperlunya dengan penambahan tidak lebih dari 1 mg setiap 3-4 hari hingga 10 mg / hari.

Efek Samping

Efek Samping
Efek samping yang timbul selama penggunaan Frixitas yaitu :
1. Pusing
2. Kantuk,
3. Kelelahan
4. Gangguan memori
5. Penurunan / peningkatan libido
6. Perubahan nafsu makan
7. Sembelit (suatu kondisi di mana pergerakan usus menurun atau sulit buang air besar untuk waktu yang lama)

Kontraindikasi
Tidak boleh di gunakan pada pasien Myasthenia gravis dan gangguan fungsi hati.

Interaksi Obat
1. Efek aditif (ketergantungan) dengan depresan SSP lainnya.
2. Dapat terjadi Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya digunakan bersamaan dengan Nefazodone, fluvoxamine, cimetidine, fluoxetine,propoxyphene, OC, sertraline, diltiazem, atau antibiotik makrolida, misalnya erythromycin, clarithromycin, dan troleandomycin).
3. Peningkatan metabolisme dg penginduksi CYP3A4 (mis. Ritonavir).
4. Dapat meningkatkan konsentrasi digoxin.
5. Dapat meningkatkan konsentrasi plasma stabil imipramine dan desipramine.
Berpotensi Fatal: Konsentrasi plasma meningkat secara bermakna dg inhibitor CYP3A4 yang poten (ketoconazole, itraconazole).

Kategori Kehamilan
Kategori D: Ada bukti positif risiko janin pada manusia, tetapi manfaat dari penggunaan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko
(misalnya, jika obat diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak dapat dilakukan dengan obat yang lebih aman. digunakan atau tidak efektif).