Pengertian

Fungasol merupakan obat anti jamur yang di produksi oleh Guardian Pharmatama. Fungasol tersedia dalam bentuk tablet, krim, dan shampo. Fungasol mengandung Ketoconazole yang digunakan untuk membantu mengatasi infeksi jamur pada kulit, seperti: kurap pada bagian kaki atau selangkangan, panu, mengatasi gatal-gatal akibat jamur, serta mengatasi ketombe. Biasanya jamur di kulit tidak berbahaya, tapi beberapa jenis jamur lainnya pada kulit kita bisa menyebabkan infeksi. Obat antijamur ini berfungsi membunuh jamur penyebab infeksi, sekaligus mencegahnya tumbuh kembali.

Keterangan

  1. Fungasol Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur dan Antiparasit
    • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Guardian Pharmatama
  2. Fungasol Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur dan Antiparasit Topikal
    • Kandungan: Ketoconazole 2 %
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 10 g
    • Farmasi: Guardian Pharmatama
  3. Fungasol SS
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur dan Antiparasit Topikal
    • Kandungan: Ketoconazole 2 %
    • Bentuk: Shampo
    • Satuan Penjualan: Botol Plastik
    • Kemasan: Botol Plastik @ 80 ml
    • Farmasi: Guardian Pharmatama.

Kegunaan

Fungasol digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit.

Fungasol SS di gunakan untuk mengatasi gatal karena infeksi jamur dan mengatasi ketombe.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Fungasol Tablet:
Dewasa: 1 tablet per hari, di gunakan hingga gejala menghilang.
Kandidiasis vagina: 2 tablet per hari. Lama terapi: 5 hari.
Anak dengan berat badan < 20 kg: 50 mg per hari.
Anak dengan berat badan 20-40 kg: 100 mg per hari.
Anak dengan berat badan > 40 kg: 100-200 mg per hari.

Fungasol Krim:
Oleskan Fungasol krim 1 kali sehari pada kulit yang terinfeksi.

Fungasol SS Shampo:
Pengobatan: Gunakan 2 kali seminggu. Lama pengobatan: 2-4 minggu.
Perawatan: Gunakan 1 kali setiap 1-2 minggu.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
- Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
- Mual, muntah, diare, pencernaan yang terganggu, sembelit
- Sakit perut, perut kembung.
- Badan lemas .
Sediaan topikal:
- Rambut berminyak / kering
- Reaksi tempat aplikasi (misalnya: iritasi, sensasi terbakar, pembengkakan).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Fungasol pada pasien:
- Hipersensitif
- Gangguan hati akut atau kronis
- Wanita hamil (dengan sindrom Cushing)
- Wanita menyusui

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko hiperkalemia dan hipotensi jika di gunakan bersamaan dengan eplerenone.
  • Meningkatkan risiko hepatotoksisitas dan perpanjangan interval QTc jika di gunakan bersamaan dengan telithromycin dan clarithromycin
  • Meningkatkan risiko edema dan CHF jika di gunakan bersamaan dengan felodipine dan nisoldipine. Peningkatan risiko kerusakan hati dengan parasetamol.
  • Dapat mengurangi absorpsi jika di gunakan bersamaan dengan antasida, antimuskarinik, PPI, antagonis reseptor H2.
  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma jika di gunakan bersamaan dengan inBoxer CYP3A4 (misalnya: Rifampisin, rifabutin, carbamazepine, fenitoin, isoniazid, nevirapine, mitotane).
  • Dapat meningkatkan tingkat serum jika di gunakan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya: Darunavir dan fosamprenavir yang dikuatkan dengan ritonavir).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma buprenorfin, alfentanil, fentanyl, oxycodone, digoxin, apixaban, warfarin, cilostazol, repaglinide, praziquantel, saxaliptin, isavuconazole, eletriptan, buspirone, aripiprazole, midolidolid, medol, molidol, molidol, molidol, IV, molidol, IV verapamil, aliskiren, bosentan, domperidone, naloxegol, ciclosporin, budesonide, deksametason, fluticasone, sildenafil, vardenafilet, cinacalcet, ibrutinib, busulfan, docetaxel, vinca alkaloid (misalnya vincristine).
  • Dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QTc jika di gunakan bersamaan dengan haloperidol, salmeterol, ebastine, pasireotide, dan tolterodine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fungasol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.