Pengertian

Fungitrazol Kapsul merupakan obat yang diproduksi oleh Ikapharmindo Putramas, obat ini merupakan golongan antibiotik. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk Dokter. Kandungan obat fungitrazol adalah itraconazole yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur yang disebabkan oleh Dermatomikosis (infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur), kandidiasis (infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida, mikosis sistemik (infeksi jamur yang menyebar melalui aliran darah. mekanisme kerja obat ini menurunkan sintesis ergosterol dengan mengganggu aktivitas sitokrom P450 dan menghambat fungsi membran sel dari jamur.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi:Antifungi
  • Kandungan: Itraconazole 100mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 3 Strip @4 kapsul
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramaas.

Kegunaan

Fungitrazol 100 mg Kapsul berguna Antifungi yang digunakan untuk mengobati infeksi dermatomikosis, kandidiasis, mikosis sistemik

Dosis & Cara Penggunaan

Harus dengan resep Dokter
Aturan Penggunaan Obat Fungitrazol 100mg Kapsul
-Kandidiasis 1-2 kapsul 1 x/hari selama 3-7 minggu. Dalam kasus bersifat invasif atau desiminated, naikkan dosis
menjadi 2 x/hari.
-Sporotrikosis 1 kapsul 1 x/hari selama 3 bulan.
-Parakoksidiodomikosis 1 kapsul 1 x/hari selama 6 bulan.
-Dermatofitosis 1 kapsul 1 x/hari selama 15 hari. Kandidiasis vagina 2 kapsul 2 x/hari selama 1 hari atau 2 kapsul 1 x/hari
selama 3 hari.
-Kandidiasis oral 1 kapsul 1 x/hari selama 15 hari.
-Pityriasis versicolor 2 kapsul 1 x/hari selama 7 hari.
-Fungal keratitis 2 kapsul 1 x/hari selama 21 hari.
-Aspergilosis 2 kapsul 1 x/hari selama 2-5 bulan. Dalam kasus invasif atau diseminated, naikkan dosis menjadi 2 x/hari.
-Kriptokokosis non meningeal 2 kapsul 1 x/hari selama 2 bulan-1 tahun.
-Kriptokokal meningitis 2 kapsul 2 x/hari selama 2 bulan-1 tahun.
-Histoplasmosis 2 kapsul 1 atau 2 x/hari selama 8 bulan.
-Blastomikosis 1-2 kapsul 1 atau 2 x/hari selama 6 bulan.

Efek Samping

Efek Samping
Mual, nyeri abdomen, sakit kepala, pusing, dispepsia (perasaan tidak enak pada perut bagaian tas), reaksi alergik

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat astemizole, bepridil,cisapride, dofetilide, levacetylmethadol (levomethadyl), mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine, atorvastatin, lovastatin,simvastatin, simvastatin, triazolameteramourdramamourpham(metrachramotram) ), eletriptan, nisoldipine, felodipine, disopyramide,metadon, ranolazine, eplerenone, dronedarone, halofantrine,irinotecan, lurasidone, dan pada pasien dengan gangguan ginjal dan hati

Interaksi Obat
-Dapat meningkatkan konsentrasi plasma antikoagulan oral, seperti: digoksin, silostazol, alprazolam, midazolam (IV), repaglinide, kortikosteroid (misalnya. Budesonide, deksametason, flutikason,metilprednisolon).
-Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dengan inhibitor protease HIV (misalnya. Ritonavir, indinavir, saquinavir), erythromycin, clarithromycin.
Dapat mengurangi konsentrasi plasma dengan isoniazid, carbamazepine, nevirapine, fenitoin, fenobarbital, rifampisin, rifabutin.
-Dapat mengurangi penyerapan dg PPI, antasida, antimuskarinik, antagonis reseptor histamin H2.
-Penggunaan bersamaan dengandihydropyridine dapat menyebabkan edema.
-Dapat meningkatkan efek inotropik negatif dari verapamil.
-Dapat meningkatkan risiko depresi pernapasan yang berpotensi fatal bersama fentanyl.
-Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan risiko perpanjangan QT atau bepridil, cisapride, dofetilide, levacetylmethadol (levomethadyl), mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, sertindone, methoneone, arone
-Dapat meningkatkan risiko miopati termasuk rhabdomyolysis dengan inhibitor reduktase HMG-CoA (mis. Atorvastatin, lovastatin, simvastatin).
-Dapat meningkatkan risiko ergotisme dg alkaloid ergot (mis. Ergotamine, dihydroergotamine, ergometrine, methylergometrine).
-Dapat mempotensiasi efek hipnotik dan sedatif triazolam dan midazolam oral.
-Dapat meningkatkan konsentrasi plasma eletriptan, nisoldipine, felodipine, disopyramide, irinotecan, lurasidone; colchicine (pasien dg gagal ginjal atau hati).
-Dapat meningkatkan risiko hipotensi dan hiperkalemia dengan eplerenon

Kategori Kehamilan:
Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.