Pengertian

Fungoral merupakan obat yang diproduksi oleh Kimia Farma, obat ini merupakan obat antijamur yang mengandung ketokonazol. Obat ini digunakan untuk mengobati Infeksi jamur pada kulit, gastrointestinal (saluran cerna) dan kandidosis sistemik, kandidosis vaginal, mikosis kulit karena dermatofita (jamur yang menyerang jaringan yang mengandung keratin), pitiriasis versikolor (jamur superfisial ringanakibat infeksi kulit kronis), mikosis mulut dan kulit karena jamur kandida,infeksi kuku, parakoksidioidomikosis, histoplasmosis (infeksi jamur pada paru-paru), koksidioidomikosi. Mekanisme kerja obat ini adalah Ketoconazole mengganggu biosintesis trigliserida dan phopholipid dengan menghalangi CYP450 jamur, sehingga mengubah permeabilitas membran sel pada jamur yang rentan. Ini juga menghambat enzim jamur lain yang mengakibatkan akumulasi konsentrasi hidrogen peroksida yang beracun.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antifungi
  • Kandungan: Ketokonazole
  • Bentuk:
  • 1. Tablet.
  • 2. Krim.
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan:
  • 1. Dus, 5 Strip @10 tablet.
  • 2. Tube 10 gram.
  • Farmasi: Kimia Farma.

Kegunaan

Golongan obat keras, harus dengan resep Dokter.

Digunakan untuk infeksi jamur pada kulit,gastrointestinal (saluran cerna) dan kandidosis sistemik, kandidosis vaginal, mikosis kulit karena dermatofita (jamur yang menyerang jaringan yang mengandung keratin), pitiriasis versikolor (jamur superfisial ringan
akibat infeksi kulit kronis), mikosis mulut dan kulit karena jamur kandida,infeksi kuku, parakoksidioidomikosis, histoplasmosis (infeksi jamur pada paru-paru), koksidioidomikosi.

Dosis & Cara Penggunaan

-Dewasa:
200 mg sekali sehari dapat ditingkatkan hingga 400 mg sekali sehari jika respons klinis tidak mencukupi.

-Anak:
≥2 tahun 3,3-6,6 mg / kg sekali sehari. Durasi pengobatan: 1-2 minggu untuk kandidiasis; setidaknya 4 minggu dalam infeksi dermatofit bandel dan hingga 6 bulan untuk mikosis sistemik lainnya

Efek Samping

Efek Samping:
Mual, nyeri abdomen, sakit kepala pusing dispepsia (perasaan tidak enak pada perut bagian atas), reaksi alergik

Kontraindikasi:
Pasien dengan riwayat penyakit hati, Penggunaan bersamaan dengan substrat CYP3A4 misalnya. Inhibitor reduktase HMG-CoA (misalnya. Lovastatin, simvastatin), midazolam, triazolam, cisapride, dofetilide, eplerenone, nisoldipine, pimozide, quinidine, terfenadine, astemizole, alkaloid ergot (misalnya. Ergotamine, dihydroergamine).

Interaksi Obat:
-Mengurangi penyerapan antimuskarinik, antasid, H2-blocker, PPI, dan sukralfat. Konsentrasi plasma berkurang dg rifampisin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, fenitoin.
-Juga dapat mengurangi konsentrasi isoniazid dan rifampisin.
-Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
-Dapat meningkatkan kadar substrat CYP3A4 serum, misalnya: digoxin, antikoagulan oral, sildenafil, tacrolimus.
-Berpotensi Fatal: Dapat mempotensiasi dan memperpanjang efek sedatif dan hipnotis midazolam dan triazolam.
-Meningkatkan risiko miopati dengan penghambat reduktase HMG-CoA (misalnya. Lovastatin, simvastatin).
-Peningkatan kadar nisoldipine dalam plasma.
-Peningkatan risiko hiperkalemia dan hipotensi dengan eplerenon.
-Peningkatan risiko vasospasme yang berpotensi menyebabkan iskemia serebral dengan alkaloid ergot (misalnya: Ergotamine, dihydroergotamine).

Kategori Kehamilan:
Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.