Pengertian

Furosemide merupakan obat yang digunakan untuk membantu membuang cairan berlebih di dalam tubuh. Cairan berlebih yang menumpuk di dalam tubuh dapat menyebabkan sesak napas, lelah, kaki dan pergelangan kaki membengkak. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan edema dan bisa disebabkan oleh penyakit gagal jantung, penyakit hati dan penyakit ginjal. Furosemide digunakan untuk tekanan darah tinggi saat obat diuretik lainnya tidak bisa mengatasinya lagi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi:¬†Diuretik
  • Kandungan: Furosemide 100 mg; Furosemide 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Kimia Farma; Sanbe Farma; Indofarma; First Medifarma; Yarindo Farmatama; Sampharindo Perdana.

Kegunaan

Furosemide digunakan untuk membantu mengurangi cairan berlebih dalam tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan

Furosemide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan furosemide juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Udema:
    • Dewasa: dosis awal 40 mg per hari, dapat diturunkan menjadi 20 mg per hari
    • Lansia: Dosis awal, 20 mg per hari
  • Hipertensi:
    • Dewasa : 40-80 mg per hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi furosemide adalah gangguan pencernaan, reaksi alergi, gangguan pendengaran.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap furosemide.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan furosemide ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).