Pengertian

Futapim injeksi 1 g merupakan obat yang diproduksi oleh PT Meprofarm, yang mengandung zat aktif Cefepim HCl yang berfungsi untuk mengobati mengobatiInfeksi saluran pernapasan bawah (termasuk pneumonia & bronkopneumonia),infeksi saluran kemih, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi intra-abdominal (termasuk infeksi peritonitis & saluran empedu), infeksi ginekologi (saluran reproduksi wanita) parah atau rumit, septikemia (keracunan darah karena jumlah bakteri didalam darah terlalu banyak), terapi empiris (penggunaan antibiotik pada infeksi yang bakteri penyebabnya belum diketahui) pada demam neutropenia pada orang dewasa. Pneumonia berat, terapi empiris pada neutropenia demam pada anak usia 2 - 16 tahun. Mekanisme kerja obat ini menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih protein pengikat penisilin (PBPs) yang pada gilirannya menghambat langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dinding sel. Bakteri akhirnya lisis karena aktivitas enzim autolitik dinding sel yang sedang berlangsung (autolisis dan murein hidrolase) sementara perakitan dinding sel ditangkap.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sefalosporin
  • Kandungan: Cefepim HCl
  • Bentuk: Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Dus, 1 Vial @ 1 gram
  • Farmasi: Meprofarm.

Kegunaan

Obat injeksi ini digunakan untuk untuk mengobati Infeksi saluran pernapasan bawah (termasuk pneumonia & bronkopneumonia),infeksi saluran kemih, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi intra-abdominal (termasuk infeksi peritonitis & saluran empedu), infeksi ginekologi (saluran reproduksi wanita) parah atau rumit, septikemia (keracunan darah karena jumlah bakteri didalam darah terlalu banyak), terapi empiris (penggunaan antibiotik pada infeksi yang bakteri penyebabnya belum diketahui) pada demam neutropenia pada orang dewasa. Pneumonia berat, terapi empiris pada neutropenia demam pada anak usia 2 - 16 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan resep Dokter.

Infeksi Saluran Kemih ringan hingga sedang : IV / IM 500 mg-1 g setiap 12 jam.
Infeksi ringan & sedang lainny: 1 g setiap 12 jam sekali.
Infeksi berat: 2 g setiap 12 jam sekali.
Infeksi yang sangat parah / mengancam jiwa: 2 g setiap 8 jam.

Efek Samping

Efek Samping:
Ensefalopati (kelaninan struktur atau fungsi otak) & kejang pada pasien dengan kelainan ginjal; anafilaksis (reaksi alergi berat) termasuk syok anafilaksis, leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih) sementara, neutropenia (jumlah neutrofil darah berkurang), agranulositosis, trombositopenia; Sindrom Stevens-Johnson, variasi eritema, nekrolisis epidermal toksik, nefropati toksik, positif palsu tes glukosa urin, perdarahan, anemia aplastik, disfungsi ginjal & hati termasuk kolestasis, pansitopenia; ruam, pruritus, urtikaria; mual, muntah, moniliasis oral, diare, kolitis (termasuk kolitis pseudomembran); sakit kepala; reaksi lokal di tempat infus; peningkatan ALA, AST, alkali fosfatase, bilirubin total, anemia, eosinofilia, waktu protrombin yang lama, waktu tromboplastin parsial, uji Coomb positif tanpa hemolisis, peningkatan sementara BUN, leukopenia sementara, neutropenia; demam, vaginitis (peradangan vagina), eritema (peradangan akut pada kulit), sakit perut, sembelit, vasodilatasi, dispnea, pusing, paresthesia, pruritus genital, penyimpangan rasa, gemetaran, moniliasis tidak spesifik, kejang.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin atau antibiotik β-laktam lainnya.

Kategori Kehamilan:
Kategori B: Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrolterhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).