Pengertian

Gabbroral merupakan antibiotik yang mengandung Paromomycin. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Gabbroral digunakan untuk membantu mengobati infeksi parasit tertentu dalam usus. Gabbroral bekerja dengan menghentikan pertumbuhan parasit di usus. Gabbroral sulit diserap ke dalam darah sehingga tidak akan bekerja untuk infeksi di luar usus. Gabbroral juga dapat digunakan bersama dengan diet khusus untuk membantu mengobati masalah otak serius tertentu, seperti orang dengan penyakit hati yang disebabkan oleh terlalu banyak zat alami tertentu (amoniak) dalam tubuh.

Keterangan

  1. Gabbroral Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Aminoglikosida / Antiamoebik
    • Kandungan: Paromomycin 250 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Kalbe Farma
  2. Gabbroral Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Aminoglikosida / Antiamoebik
    • Kandungan: Paromomycin 125 mg/ 5 ml
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Kalbe Farma

Kegunaan

Gabbroral digunakan untuk membantu mengobati infeksi parasit tertentu dalam usus.

Dosis & Cara penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Amoebiasis usus
    25-35 mg / kgBB / hari dalam 3 dosis terbagi selama 5-10 hari.
  2. Ensefalopati hepatik
    Sebagai terapi tambahan: 4 g / hari dalam dosis terbagi selama 5-6 hari.

 

Efek Samping

  • Ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran)
  • Gangguan makan
  • Mual, muntah
  • Sensasi terbakar dan nyeri ulu hati
  • Kram perut
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Vertigo

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Gabbroral pada pasien:

  • Hipersensitif terhadap paromomycin dan aminoglikosida lainnya.
  • Obstruksi usus (Tersumbatnya saluran usus).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Gabbroral ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.