Pengertian

Galpect merupakan obat yang mengandung Ambroxol yang merupakan obat yang berfungsi mengencerkan dahak. Galpect umumnya digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan akibat produksi dahak yang berlebihan. Galpect digunakan untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tenggorokan saat batuk. Dengan demikian, pipa saluran pernapasan pun lebih terbuka dan terasa lega.

Keterangan

  • Galpect Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Ekspektoransia
    • Kandungan: Ambroxol 30 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Tablet
    • Kemasan: Tablet @ 10 Tablet
    • Farmasi: Galenium Pharmasia Laboratories
  • Galpect Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Ekspektoransia
    • Kandungan: Ambroxol 15 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Galenium Pharmasia Laboratories.

Kegunaan

Galpect digunakan sebagai obat yang membantu mengencerkan dahak.

Dosis & Cara Penggunaan

Galpect merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter.

  • Galpect Tablet:
    • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet (30 mg) 2-3 kali sehari
    • Anak 6-12 tahun: 1/2 tablet 2-3 kali sehari.
  • Galpect Sirup:
    • Anak usia 6-12 tahun: 2-3 kali sehari 1 sendok takar
    • Anak usia 2-6 tahun: 3 kali sehari 1/2 sendok takar
    • Anak di bawah 2 tahun: 2 kali sehari 1/2 sendok takar.

Atau sesuai petunjuk Dokter.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah gangguan saluran cerna ringan dan reaksi alergi.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Ambroxol.

Interaksi Obat:
Pemberian bersamaan dengan antibiotik (Amoxicillin, Erythromycin, Doxycycline) menyebabkan peningkatan penerimaan antibiotik kedalam jaringan paru-paru.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Galpect ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.