Pengertian

Gencef mengandung cefadroxil yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri seperti radang tenggorokan, kulit, dan infeksi saluran kemih, Antibiotik ini hanya dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan tidak dapat bekerja untuk infeksi virus seperti pilek dan flu. Penggunaan antibiotik seperti obat cefadroxil dapat meningkatkan resistensi atau kekebalan bakteri terhadap obat. Cefadroxil bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Cephalosporin.
  • Kandungan: Cefadroxil 125 mg ; Cefadroxil 250 mg ; Cefadroxil 500 mg
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: PT Mulia Farma Suci.

Kegunaan

Gencef digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri seperti radang tenggorokan, kulit, dan infeksi saluran kemih.

Dosis & Cara Penggunaan

Gencef merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan gencef juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Obat Gencef Kapsul:

  • Dewasa: 1-2 g setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Anak: ≥6 tahun

Efek Samping

  • Diare
  • Gangguan pencernaan
  • Peradangan pada lidah
  • Mual dan muntah

Kontraindikasi
Hipersensitif (Reaksi alergi) terhadap sefadroksil atau sefalosporin lain.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersamaan dengan antibiotik bakteriostatik
  • Dapat mempotensiasi efek nefrotoksik dari antibiotik aminoglikosida
  • Polimiksin B, colistin atau diuretik loop dosis tinggi
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vit K
  • Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid dan Na picosulfate

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Gencef ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.