Pengertian

Gentamicin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri antara lain septikemia (suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah) dan sepsis (kondisi medis yang disebabkan oleh timbulnya peradangan karena infeksi yang masuk dalam tubuh) pada neonatus, meningitis dan infeksi sistem saraf pusat lainnya, infeksi bilier, pielonefritis dan prostatitis akut, endokarditis karena Streptococcus viridans atau Streptococcus faecalis (bersama penisilin), pneumonia nosokomial, terapi tambahan pada meningitis karena listeria. Gentamicin juga digunakan pada infeksi kulit, mata dan telinga.

Keterangan

  • Gentamicin Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Gentamicin 40 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
    • Farmasi: Indofarma
  • Gentamicin Salep
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal
    • Kandungan: Gentamicin sulfate 1 mg/gram
    • Bentuk: Salep
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Dus, Tube @ 5 Gram
    • Farmasi: Kimia Farma ; Erela ; Molex ; Marin ; Indofarma ; First Medifarma
  • Gentamicin Tetes Mata
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Gentamicin sulfate 1 mg/mL; Gentamicin sulfate 3 mg/mL
    • Bentuk: Tetes Mata
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 5 mL
    • Farmasi: Indofarma; Erela
  • Gentamicin Salep Mata
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Salep
    • Kandungan: Gentamicin sulfate 0.3 %
    • Bentuk: Salep Mata
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 3.5 Gram
    • Farmasi: Erela.

Kegunaan

Gentamicin adalah antibiotik untuk mengobati septikemia dan sepsis pada neonatus, meningitis, infeksi bakteri pada kulit, mata dan telinga.

Dosis & Cara Penggunaan

Gentamicin termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan:

  • Gentamicin Injeksi
    2-5 mg/kg bb/hari (dalam dosis terbagi tiap 8 jam). Sesuaikan dosis pada gangguan fungsi ginjal dan ukur kadar dalam plasma. Anak di bawah 2 minggu: 3 mg/kg bb tiap 12 jam. Anak usia 2 minggu sampai 2 tahun: 2 mg/kg bb tiap 8 jam.
  • Gentamicin Salep
    Dioles tipis-tipis pada kulit yang terkena infeksi.
  • Gentamicin Tetes Mata
    Berikan 1 tetes pada mata yang sakit, 3 x sehari. Gunakan berselang minimal 10 menit dari penggunaan obat penurun tekanan okular yang lain.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah gangguan vestibuler dan pendengaran, nefrotoksisitas; dapat menyebabkan terjadi iritasi dan melepuh pada kulit (sediaan salep); pandangan kabur, rasa yang tidak biasa seperti pahit, kecut (sediaan tetes mata).

Kontraindikasi:

  • Hindari pemberian pada pasien dengan kontraindikasi Gentamicin.
  • Aplikasi topikal ke dalam telinga untuk pasien yang diketahui atau diduga perforasi gendang telinga.

Perhatian khusus
Gentamisin dieksresikan melalui terutama ginjal, maka tidak direkomendasikan untuk digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal berat (CrCl < 30ml/menit); gangguan hati; bayi dan lansia.

Interaksi Obat: 

  • Efek aditif dengan obat neurotoksik dan / atau nefrotoksik lainnya termasuk sefalosporin, metisilin, amfoterisin B, siklosporin, cisplatin, diuretik poten (misalnya Asam etakrilat, furosemid) dan agen penghambat neuromuskuler (misalnya Suksinilkolin, tubokur).
  • Dapat mempotensiasi efek antikoagulan (misalnya Warfarin, fenindione).
  • Dapat melawan efek neostigmin dan piridostigmin.
  • Peningkatan risiko hipokalsemia dengan bisfosfonat.
  • Peningkatan risiko blokade neuromuskuler dengan toksin botulinum.
  • Indometasin dapat meningkatkan konsentrasi plasma gentamisin pada neonatus.

Kategori Kehamilan:

  • Sediaan Injeksi:
    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan ke dalam Kategori D:
    Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
  • Sediaan Tetes dan Salep Mata:
    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan ke dalam Kategori C:
    Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.