Pengertian

Gentanal merupakan cairan injeksi yang diproduksi oleh PT. Harsen. Gentanal mengandung cairan injeksi gentamicin sulfate yang merupakan antibiotik gol. aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram negatif. Gentanal bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik
  • Kandungan : Gentamycin sulfate 40 mg/mL
  • Bentuk : Injeksi
  • Satuan Penjualan : Vial.
  • Kemasan : Vial 3 mL.
  • Farmasi : PT. Harsen.

Kegunaan

Infeksi yang dapat diatasi dengan gentamicin meliputi infeksi mata, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, serta infeksi kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Gentanal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan gentanal juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Infeksi berat
    Dewasa: 3-5 mg / kg / hari 8 setiap jam selama 7-10 hari, dengan injeksi IM atau infus IV selama 30-120 menit. Atau, dapat juga memberikan 5-7 mg / kg sekali sehari melalui infus IV untuk dosis berikutnya, disesuaikan dengan konsentrasi serum gentamisin.
    Anak: 3-7,5 mg / kg setiap hari dalam 3 dosis terbagi.
  • Infeksi saluran kemih
    Dewasa: 160 mg sekali sehari.

Efek Samping

  • Gangguan ginjal
  • Sakit Kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri Sendi

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap golongan aminoglikosida

Interaksi Obat:
Ada sejumlah obat yang jika diberikan bersama gentamicin maka akan berefek gangguan ginjal contohnya antivirus, kemoterapi, diuretik, obat artritis dan osteoporosis.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Gentanal ke dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.