Pengertian

Gitas merupakan obat yang mengandung hyoscine butylbromide 20 mg / ml. Hyoscine butylbromide berfungsi untuk melemaskan otot polos seperti di otot polos, kandung kemih, dapat digunakan untuk mengatasi keram perut, usus dan saluran kemih. Umumnya obat ini digunakan untuk mengatasi gejala iritasi usus besar, kondisi usus yang menyebabkan terjadinya kejang dan nyeri diusus, sakit perut, diare, dan perut kembung. Hyoscine bekerja dengan cara merelaksasikan otot yang berada di dinding perut, usus, saluran empedu dan saluran kemih. Otot polos merupakan otot yang bekerja tanpa disadari dan bekerja namun jika otot polos mengalami kejang maka dapat menyebabkan rasa sakit, hyoscine dapat menghentikan reaksi kejang pada otot polos dengan mencegah asetilkolin agar tidak bekerja pada otot. Jika asetilkolin dapat dicegah maka otot polos tersebut dapat mengurangi kontraksi otot sehingga otot dapat rileks dan mengurangi keram dan kejang.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Anti Spasmotik
  • Kandungan : Hyoscine butylbromide 20 mg / ml
  • Bentuk : Injeksi
  • Satuan Penjualan : Ampul 1 ml
  • Kemasan :Box, 5 Ampul @ 1 ml
  • Farmasi : Interbat

Kegunaan

Hyoscine butylbromide berfungsi untuk melemaskan otot polos seperti di otot polos, kandung kemih, dapat digunakan untuk mengatasi keram perut, usus dan saluran kemih. Umumnya obat ini digunakan untuk mengatasi gejala iritasi usus besar, kondisi usus yang menyebabkan terjadinya kejang dan nyeri diusus, sakit perut, diare, dan perut kembung.

Dosis & Cara Penggunaan

Gitas merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan gitas juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan gitas sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

Dosis umum gitas adalah 10 - 20 mg diinjeksikan secara intramuskular (melalui otot), intravena (melalui vena), subkutan (dibawah kulit). Maksimal dosis perhari adalah 100 mg

Efek Samping

Efek samping yang terjadi apabila menggunakan gitas injeksi seperti hipotensi (tekanan darah lebih rendah daripada tekanan normal), takikardia (kecepatan ritme jantung lebih cepat dari normal), pusing, kantuk, kelelahan, sakit kepala, kehilangan ingatan. kulit kering, eritema, mual, muntah, tremor (gerakan yang tidak terkontrol pada bagian tubuh)

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat penyakit glaukoma sudut sempit, perdarahan akut, ileus paralitik, takikardia akibat insufisiensi jantung, miastenia gravis, hamil, menyusui.


Interaksi obat
-Antihistamin (promethazine, chlorphenamine, diphenhydramine)
-Antipasmodik (atropine, propantheline, dicycloverine)
-Anti-sickness medicines (hyoscine hydrobromide, cyclizine, domperidone, metoclopramide)
-Antidepresan (ricyclic antidepressants [TCAs] seperti amitriptyline, clomipramine, dan monoamine oxidase inhibitors [MAOIs] seperti moclobemide)
-Antijamur (ketoconazole)
-Antiaritmia, untuk mengendalikan masalah ritme detak jantung (misalnya disopyramide)
-Antipsikotik (haloperidol, chlorpromazine, clozapine)

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan gitas injeksi ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Kategori C
Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin