Pengertian

Glikamel mengandung Gliclazide. Glikamel digunakan bersama dengan diet dan olahraga untuk mengontrol gula darah yang tinggi pada pasien Diabetes Melitus. Dengan mengontrol gula darah yang tinggi membantu mencegah penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, masalah sirkulasi, dan kebutaan. Hindari penggunaan Glikamel pda ibu hamil dan menyusui. Selain dengan diet dan olahraga, untuk membantu kerja Glikamel lebih optimal hentikan konsumsi roko dan menurunkan berat badan bila obesitas (kegemukan).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik oral
  • Kandungan: Gliclazide 80 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan

Glikamel digunakan sebagai obat untuk membantu mengobati Diabetes Melitus.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan resep Dokter.

Dosis awalnya, 40-80 mg setiap hari secara bertahap meningkat menjadi 320 mg setiap hari jika perlu.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin bisa terjadi adalah:
1. Hipoglikemia (Rendahnya kadar gula dalam darah)
2. Sakit perut
3. Pusing
4. Mual dan Muntah.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi gangguan ginjal, gangguan hati berat, penggunaan bersamaan dengan miconazole Kehamilan dan laktasi.

Interaksi Obat:

  • Peningkatan efek hipoglikemik (kadar gula dalam darah rendah) dengan fenilbutazon.
  • Peningkatan kadar glukosa darah dengan klorpromazin (pada dosis tinggi).
  • Dapat meningkatkan efek agen antikoagulan (misalnya Warfarin).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Glikamel ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.