Pengertian

Glimefion mengandung Glimepiride yang digunakan dengan diet dan olahraga program yang tepat untuk membantu mengontrol gula darah yang tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2. Glimefion juga dapat dikombinasikan dengan obat diabetes lainnya. Dengan mengontrol gula darah tinggi dapat membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, stroke dan masalah fungsi seksual. Kontrol yang tepat pada pasien diabetes juga dapat mengurangi risiko serangan jantung. Glimefion bekerja dengan menurunkan gula darah dalam tubuh melalui pelepasan insulin alami tubuh Anda. Hindari penggunaan Glimefion pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik Oral
  • Kandungan: Glimepiride 1 mg; Glimepiride 2 mg; Glimepiride 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Dus: Dus, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan

Glimefion digunakan sebagai obat untuk mengatasi gula darah yang tinggi.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa, Dosis awal: 1-2 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan dengan penambahan 1-2 mg setiap 1-2 minggu. Dosis lanjutan: 4 mg per hari. Dosis maksimum: 6 mg per hari.
  • Lansia: Dosis awal: 1 mg, sekali sehari.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
1. Jantung berdebar
2. Kesemutan
3. Otot melemah
4. Penglihatan kabur
5. Tremor (Mengigil tak terkendali)
5. Disorientasi atau bingung
6. Hilang kesadaran.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi defisiensi G6PD (kondisi rusaknya sel darah merah akibat kelainan genetik), Gangguan hormon yang melibatkan kelenjar adrenal, penyakit jantung, penyakit ginjal dan penyakit liver.

Interaksi Obat:
1. Aspirin
2. Sulfonamida
3. Chloramphenicol
4. Clarithromycin
5. Warfarin
6. ACE inhibitor
7. Fluoxetine
8. Quinolone
9. Beta blocker

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Glimefion ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.