Pengertian

Glucokaf merupakan salah satu nama dagang dari sediaan Tablet Glimepiride. Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, Glucokaf digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2. Ini juga dapat digunakan dengan obat diabetes lainnya. Mengontrol gula darah tinggi membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual. Kontrol diabetes yang tepat juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Glimepiride termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai Sulfonylureas.Sulfonylureas bekerja sebagai menurunkan kadar gula darah dengan proses pelepasan insulin alami tubuh.

Keterangan

  • Glucokaf 1 mg
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Glimepirid 1 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Kimia Farma.
  • Glucokaf 2 mg
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Glimepirid 2 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Kimia Farma.
  • Glucokaf 3 mg
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Glimepirid 3 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Kimia Farma.
  • Glucokaf 4 mg
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Glimepirid 4 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Kimia Farma.

Kegunaan

Glucokaf digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan Diabetes Tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Glucokaf:
Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dewasa: PO Inisial: 1 mg setiap hari, dapat meningkat dengan penambahan 1 mg pada interval 1-2 minggu sesuai dengan respons. Pemeliharaan: 4 mg / hari. Maksimal: 6 mg / hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Glucokaf:

1. Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
2. Gangguan penglihatan sementara
3. Gangguan gastrointentinal (GI)
4. Peningkatan enzim hati
5. Trombositopenia (jumlah trombosit dalam tubuh menurun).
6. Leukopenia (endahnya jumlah sel darah putih).
7. Anemia hemolitik (kadar darah berkurang)
8. Reaksi alergi
9. Porfiria (kelainan genetik).

Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Glucokaf pada pasien:
1. Hipersensitif terhadap glimepiride, sulfonilure, dan sulfonamid.
2. Diabetes Melitus tipe 1.
3. Pasien dengan kelainan ginjal berat dan gangguan fungsi hati.
4. Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:

Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan Glucokaf meliputi:
1. Insulin, obat antidiabetik oral lainnya, allopurinol, steroid anabolik, hormon seksual pria, kloramfenikol, turunan kumarin, siklofosfamid, MAOI, mikonazol, asam p-aminosalisilat, pentoksifilin dosis tinggi (dosis parenteral) , azapropazone, oxyphenbutazone, probenecid, antibiotik quinolone, salisilat, sulfinpirazon, sulfonamid, tetrasiklin, tritoqualine dan trofosfamide dapat meningkatkan efek hipoglikemik.
2. Asetetazolamid, barbiturat, kortikosteroid, diazoksida, diuretik, epinefrin (adrenalin), agen simpatomimetik lainnya, glukagon, laksatif, asam nikotinat (dalam dosis tinggi) dapet menurunkan efek hipoglikemik.

Kategori Kehamilan:

Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Glucokaf ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Glucokaf selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.