Glucotrol XL

Glucotrol XL

Obat

Pengertian

Glucotrol XL merupakan salah satu nama dagang dari sediaan Tablet Glipizide. Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, dan penggunaan harus dengan Resep Dokter. Obat ini digunakan untuk membantu mengobati penyakit Diabetes Mellitus tipe 2. Diabetes Mellitus adalah penyakit dimana kadar gula (glukosa) dalam darah melebihi batas normal dalam jangka waktu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan buang air kecil berlebih, cepat haus, serta cepat lapar. Komplikasi yang dapat terjadi akibat Diabetes Mellitus antara lain: keracunan asam gula, koma, kematian. Komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi antara lain gagal jangtung, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan mata.
Glipizide yang bekerja dengan meningkatkan kadar insulin sehingga kadar gula darah dapat ditekan. Glucotrol XL dilepas secara perlahan untuk memastikan efek obat terus berlanjut berjam-jam setelah obat diminum dan untuk mengurangi resiko terjadinya hipoglikemia (kekurangan gula darah).
Pengobatan DM ini juga bisa dengan cara Non-Farmakologi yaitu, Hindari makan makanan yang mengandung banyak gula dan manis-manis. Olahraga yang cukup akan mengurangi kadar gula darah karena gula digunakan untuk pembentukan energi. Kurang olahraga dapat mengakibatkan DM karena gula dalam darah tidak terpakai.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Glipizide 5 mg ; Glipizide 10 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @30 Tablet.
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan

Glucotrol XL digunakan untuk membantu mengobati penyakit Diabetes Melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaa

Penggunaan Obat ini Harus Sesuai Dengan Anjuran Dokter.
Dosis penggunaan Glucotrol XL:

  • Dosis awal 5 mg perhari
  • Perubahan dosis dilakukan dengan jarak waktu 2 minggu 2.5-5 mg perhari, isesuaikan dengan kadar gula dalam darah. Maksimal 20 mg perhari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Glucotrol XL:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Tubuh gemetar
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan buang air besar
  • Diare
  • Penurunan jumlah sel darah putih dan keping
  • Darah
  • Anemia
  • Gangguan penglihatan
  • Iritasi kulit
  • Gatal-gatal
  • Lemah atau lemas
  • Porfiria
  • Penurunan kadar gula darah

Kontraindikasi:
Hindari pengunaan Glucotrol pada pasien:

  • Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen Glucotrol XL
  • Diabetes Melitus tipe 1
  • Ketoasidosis diabetik
  • Koma
  • Gangguan ginjal dan hati.

Interaksi Obat:
Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan Glucotrol meliputi:

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan antijamur tertentu (misalnya miconazole, flukonazol).
  • Obat terikat protein (misalnya sulfonamida lain, antikoagulan oral, hydantoin), probenesid, Monoamin Oksidase Inhibitor (MAOI), dan kloramfenikol dapat mempotensiasi aksi hipoglikemik glipizida.
  • Efek terapeutik berkurang dengan thiazides, diuretik lainnya, fenotiazin, agen tiroid, estrogen, OC, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, penghambat saluran Ca, rifampisin dan isoniazid.
  • Penggunaan bersamaan dengan β-blocker dapat mengganggu toleransi glukosa, meningkatkan frekuensi atau tingkat keparahan hipoglikemia dan menghambat takikardia akibat hipoglikemia.
  • Konsentrasi serum menurun dengan colesevelam.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Glucotrol XL ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter