Pengertian

Glutiven 200 mg/mL Infus 100 mL merupakan suatu sediaan obat dalam bentuk injeksi yang memiliki komposisi L-alanyl-L-glutamine 200mg/mL yang berfungsi sebagai larutan asam amino yang digunakan untuk penambahan nutrisi untuk tubuh bagi pasien yang memiliki penyakit hiperkatabolisme yaitu terjadinya pemecahan sel-sel otot dan tulang yang membutuhkan tambahan glutamin dalam tubuh. Pasein yang mengalami penyakit hiperkatabolisme biasanya terjadi sehabis terkena cedera, penyakit gagal jantung, gagal ginjal, gagal hati serta penyakit paru konis yang membutuhkan suplemen gizi/ glutamin.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Suplemen Gizi (Asam Amino).
  • Kandungan: L-alanyl-L-glutamine 200 mg/mL.
  • Bentuk: Larutan Intravena.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial 100 mL.
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan

Glutiven 200 mg/mL Infus 100 mL digunakan untuk penambahan nutrisi untuk tubuh bagi pasien yang memiliki penyakit hiperkatabolisme (pemecahan sel otot dan tulang) seperti pasien yang mengalami cedera, penyakit gagal jantung, gagal ginjal, gagal hati serta penyakit paru konis yang membutuhkan suplemen gizi/ glutamin.

Dosis & Cara Penggunaan

Harus Menggunakan Resep Dokter.
Dosis penggunaan Glutiven 200 mg/mL Infus 100 mL :

- Dosis pemakaian awal : 1,5 mL - 2 mL/ kgBB
- Dosis maksimal pemakaian/hari : 2 mL/kgBB dengan maksimum pemakaian 3 minggu.

Efek Samping

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi selama penggunaan obat ini biasanya, seperti :
-.Mual dan muntah
- Gangguan pada pencernaan
- Demam tinggi hingga menggigil.
- Gangguan tidur
- Nafsu makan berkurang
- Diare

Kontraindikasi

Sebaiknya pemakaian obat ini tidak digunakan bagi pasein yang memiliki riwayat penyakit :
- Gangguan hati
- Gagal ginjal
- Pasien dalam masa kehamilan dan menyusui
- Serta tidak disarankan penggunaan untuk anak-anak.

Interaksi Obat

Belum ada informasi mengenai obat apa saja yang dapat berinteraksi dengan L-alanyl-L-glutamine jika digunakan bersamaan. Sebaiknya konsultasi pada Dokter untuk mengkonsumsi obat lain.

Kategori kehamilan

Dari hasil penelitian penggunaan obat ini dalam masa kehamilan masih dalam kategori (C) tergolong dapat menimbulkan risiko atau efek pada janin. Serta tidak disarankan bagi wanita yang sedang menyusui karena dapat menimbulkan risiko atau dampak yang buruk pada bayi. Sebaiknya konsultasi pada Dokter agar tidak berdampak pada janin.