Pengertian

Granocyte injeksi merupakan obat yang di produksi oleh Aventis Indonesia Pharma. Obat ini mengandung Lenograstim yang diindikasikan untuk mengurangi neutropenia setelah transplantasi sumsum tulang, mengatasi neutropenia yang diinduksi oleh kemoterapi, dan neutropenia bawaan. Lenograstim merupakan faktor stimulasi koloni granulosit (G-CSF) yang termasuk dalam kelompok sitokin protein aktif secara biologis. Lenograstim bekerja dengan mengatur diferensiasi sel dan pertumbuhan sel sehingga mendorong peningkatan jumlah neutrofil darah perifer.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen Hematopoietik dan Terapi Penunjang
  • Kandungan: Lenograstim 263 mcg/Vial
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Dus, 1 Vial @ 263 mcg + 1 Syringe Pelarut @ 1ml
  • Farmasi: Aventis Indonesia Pharma

Kegunaan

Granocyte diindikasikan untuk mengurangi neutropenia (jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun) setelah transplantasi sumsum tulang, mobilisasi sel-sel progenitor darah perifer untuk transplantasi sel induk darah tepi autologus, neutropenia yang diinduksi oleh kemoterapi, neutropenia bawaan.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Intravena
Neutropenia Setelah Transplantasi Sumsum Tulang
Dewasa: 150 mcg / m2 setiap hari diberikan melalui infus intravena selama 30 menit atau melalui injeksi subkutan, pemberian obat akan dimulai sehari setelah transplantasi dan dilanjutkan sampai jumlah neutrofil telah stabil. Durasi maksimum: 28 hari.
Anak Usia > 2 tahun: Sama dengan dosis orang dewasa.

Subkutan
Mobilisasi Sel-sel Progenitor Darah Tepi untuk Transplantasi Sel Iduk Darah Tepi Autologus
Dewasa: Sebagai monoterapi: 10 mcg / kgBB setiap hari selama 4-6 hari.
Setelah kemoterapi myelosupresif: 150 mcg / m2 setiap hari, harus dimulai 1-5 hari setelah selesai kemoterapi dan dilanjutkan sampai jumlah neutrofil telah stabil.

Subkutan
Neutropenia Terinduksi Kemoterapi
Dewasa: 150 mcg / m2 setiap hari, pemberian obat dimulai pada hari itu (tidak kurang dari 24 jam) setelah kemoterapi selesai dan dilanjutkan sampai jumlah neutrofil telah stabil. Durasi maksimum: 28 hari.
Anak Usia > 2 tahun: Sama dengan dosis orang dewasa.

Subkutan
Netropenia Bawaan
Dewasa: Kasus parah: 150 mcg / m2 (5 mcg / kgBB) setiap hari, dosis sapat ditingkatkan hingga 20 mcg / kgBB setiap hari. Pantau level neutrofil selama 7-14 hari. Dosis dapat dikurangi atau diberikan pada hari alternatif sesuai dengan respons.
Anak:> 2 tahun Sama dengan dosis orang dewasa.

Efek Samping

Efek Samping:
- Pertumbuhan sel ganas
- Sakit kepala, asthenia.
- Gangguan inflamasi, diare, sakit perut, muntah, mual.
- Peningkatan ALT, AST, alkaline phosphatase.
- Trombositopenia, krisis sel sabit.
- Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi.
- Alopecia, ruam, dermatosis neutrofilik.
- Reaksi alergi berat
- Sepsis, reaksi tempat infeksi, demam, nyeri, peningkatan LDH.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada penderita keganasan mieloid (misalnya: Leukemia mieloid akut).

Interaksi Obat:
Meningkatkan risiko toksisitas paru jika diberikan bersamaan dengan / bleomycin, cyclophosphamide, methotrexate.

Kategori Kehamilan: -