Pengertian

Hecobac merupakan antibiotik yang diproduksi oleh PT. Nufaindo. Hecobac mengandung claritomycin yang berfungsi mengatasi infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit, infeksi bakteri H.pylori, dan infeksi berat. Hecobac bekerja dengan cara menghambat sintesis protein pada bakteri dan menyebabkan kematian sel bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Claritomycin
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kaplet Salut Selaput
  • Farmasi: PT. Nufaindo.

Kegunaan

Hecobac berfungsi mengatasi infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit, infeksi bakteri H.pylori dan infeksi berat.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Hecobac, harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak
    Dewasa: 250 mg dua kali sehari, dosis dapat dinaikkan menjadi 500 mg dua kali sehari untuk infeksi berat selama 7 - 14 hari.
    Anak: 7,5 mg / KgBB dua kali sehari selama 5 - 10 mg
  • Infeksi H. pylori terkait dengan penyakit tukak lambung
    Dewasa: 500 mg dua kali sehari dan dikombinasi dengan antibiotik lain, golongan antagonis h2 atau PPI selama 7 - 14 hari.
    Anak usia lebih dari 1 tahun: 7,5 mg / KgBB dua kali sehari dan dikombinasi dengan antibiotik lain dan PPI selama 7 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Hecobac, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Hipoglikemia (kadar gula dalam darah kurang dari normal)
  • Leukopenia (Jumlah leukosit dalam darah kurang dari normal)
  • Trombositopenia (Jumlah trombosit dalam darah kurang dari normal)
  • Kelemahan otot
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
  • Berpotensi fatal: Gagal hati, kolitis pseudomembran, anafilaksis, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, ruam dengan eosinofilia dan sindrom gejala sistemik (DRESS) dan purpura Henoch-Schonlein.

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif, aritmia, jantung ventrikel, hipokalemia, dan gangguan hati.

Interaksi Obat:
Interaksi obat yang timbul saat penggunaan Hecobac yaitu :

  • Penggunaan Hecobac bersama rifampisin dapat menurunkan kadar Hecobac dalam darah.
  • Penggunaan Hecobac bersama Digoxin dapat meningkatkan risiko toksisitas digoxin.
  • Penggunaan Hecobac bersama Verapamil dapat meningkatkan risiko asidosis metabolik.
  • Penggunaan Hecobac bersama Pioglitazone dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Kategori Kehamilan:
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Hecobac dapat diserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan Dokter.