Pengertian

Herax adalah obat yang digunakan untuk mengobati herpes simpleks akut pada kulit dan membran mukosa, herpes zoster dan herpes genital episode awal ataupun berulang. Sebagai terapi pencegahan (profilaksis) kambuhnya herpes simpleks pada pasien immune compromised (sistem imun lemah). Untuk mengobati infeksi cacar (varicella). Digunakan juga untuk mengobati herpes simpleks encephalitis pada neonatus dengan usia > 6 bulan. Herax mengandung Acyclovir yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan DNA dan pertumbuhan virus.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Acyclovir 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novell.

Kegunaan

Herax digunakan untuk mengobati herpes zoster, herpes genital, herpes simpleks dan cacar.

Dosis & Cara Penggunaan

Herax termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan:

  • Herpes simpleks: Dewasa dan anak usia ≥ 2 tahun: 5 x sehari 200 mg, selama 5 hari. Obat diberikan setiap 4 jam, tanpa dosis malam. Dosis dapat ditingkatkan sampai dengan 5 x sehari 400 mg. Anak usia < 2 tahun: ½ dosis dewasa.
  • Herpes simpleks pada pasien immune compromised (sistem imun lemah): Dewasa: 4 x sehari 200 mg, obat diberikan setiap 6 jam.
  • Profilaksis herpes simpleks pada pasien dengan gangguan sistem imun: Dewasa dan anak ≥ 2 tahun: 4 x sehari 200 mg, obat diberikan setiap 6 jam. Pasien dewasa dengan gangguan sistem imun berat, misalnya pasien yang telah menjalani transpaltasi sumsum tulang: dosis bisa ditingkatkan sampai 4 x 400 mg. Anak usia < 2 tahun: ½ dosis dewasa.
  • Pengobatan cacar (varicella) dan herpes zoster: Dewasa: 5 x sehari 800 mg, obat diberikan setiap 4 jam selama 7 hari. Anak: 20 mg / kg BB, obat diberikan 4 x sehari dengan dosis maksimal 800 mg. Anak usia < 2 tahun: 4 x sehari 200 mg. Anak usia 2-5 tahun: 4 x sehari 400 mg. Anak usia > 6 tahun: 4 x sehari 800 mg.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan Herax adalah sakit perut, mual, muntah, dan diare, sakit kepala, bingung, halusinasi, mengantuk, rasa lelah, ruam pada kulit, gatal, fotosensitifitas, hepatitis, jaundice (penyakit kuning), dyspnea (sesak), angiodema, peningkatan bilirubin, peningkatan enzim hati dan reaksi anafilaksis.

Kontraindikasi:
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang hipersensitif terhadap Acyclovir.

Interaksi Obat:

  • Probenesid, cimetidine dan mycophenolate mofetil dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari Herax
  • Peningkatan efek nefrotoksik (racun pada ginjal) dengan obat yang mempengaruhi fisiologi ginjal (misalnya siklosporin dan tacrolimus).

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Herax ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).