Pengertian

Herbesser merupakan obat yang mengandung Diltiazem. Diltiazem adalah obat yang masuk dalam golongan "penghambat kanal kalsium atau antagonis kalsium". Obat ini berfungsi menangani hipertensi dan mencegah angina. Cara kerja diltiazem adalah dengan melebarkan dinding pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen ke jantung dapat meningkat. Proses ini akan menurunkan tekanan darah dan detak jantung, sekaligus mengurangi beban kerja jantung. Diltiazem hanya akan membantu Anda untuk mengontrol dan bukan untuk menyembuhkan hipertensi. Manfaat obat ini akan makin efektif jika disertai dengan penerapan gaya hidup yang sehat. Misalnya dengan menjaga berat badan yang sehat, menjauhi makanan yang tinggi garam, serta berolahraga secara teratur.
Herbesser terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1. Herbesser Tablet: terdiri dari 2 macam dosis yaitu 30 mg dan 60 mg.
2. Herbesser Kapsul SR: terdiri dari 2 macam dosis yaitu 90 mg dan 180 mg, dengan teknologi Sustained Release (SR) atau kapsul lepas lambat. Setelah diminum, obat akan dilepaskan perlahan sehingga memperpanjang efek terapi obat di dalam tubuh.
3. Herbesser Kapsul CD: terdiri dari 2 macam dosis yaitu 100 mg dan 200 mg, dengan teknologi Controlled Delivery (CD) atau kapsul lepas terkendali. Setelah diminum, obat akan dilepaskan secara konstan pada beberapa waktu.
4. Herbesser Injeksi

Keterangan

  • Herbesser Tablet
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Beta Blocker.
  • Kandungan: Diltiazem HCl 30 mg. Diltiazem HCl 60 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Tanabe Indonesia.
  • Herbesser Kapsul SR
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Beta Blocker.
  • Kandungan: Diltiazem HCl 180 mg. Diltiazem HCl 90 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Tanabe Indonesia.
  • Herbesser Kapsul CD
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Beta Blocker.
  • Kandungan: Diltiazem HCl 100 mg. Diltiazem HCl 200 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: Tanabe Indonesia.
  • Herbesser Injeksi
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Beta Blocker.
  • Kandungan: Diltiazem HCl 50 mg/Vial.
  • Bentuk: Vial
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 50 mg.
  • Farmasi: Tanabe Indonesia.

Kegunaan

Herbesser digunakan untuk :
Mengobati angina pektoris (nyeri dada, disebabkan oleh penyakit jantung), terapi profilaksis angina pektoris varian, dan angina karena kejang arteri koroner. Untuk mengobati hipertensi ringan sampai sedang, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi dengan anti hipertensi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan

Herbesser termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Herbesser harus berdasarkan anjuran Dokter.

Aturan penggunaan Herbesser Tablet:
- Dosis untuk artimia
Dewasa, oral : 3 x sehari 60 mg atau 4 x sehari 30 mg. Bila perlu dosis dapat ditingkatkan sampai 360 mg/hari, disesuaikan dengan usia dan gejala.
- Dosis untuk angina varian
Dewasa, oral : 1 x sehari 100 mg. Bila perlu dosis dapat ditingkatkan sampai 1 x sehari 200 mg, disesuaikan dengan usia dan gejala.
- Dosis untuk hipertensi ringan dan sedang
Dewasa, oral : 1 x sehari 100-200 mg.

Aturan penggunaan Herbesser SR Kapsul :
1 x sehari 1 kapsul sustain release (SR).

Aturan penggunaan Herbesser CD Kapsul:
- Dosis untuk hipertensi esensial : 1 x sehari 100-200 mg.
- Dosis untuk angina pektoris dan angina varian :
- Dosis awal : 1 x sehari 100 mg. Jika diperlukan bisa ditingkatkan sampai 1 x sehari 200 mg.

Aturan penggunaan Herbesser Injeksi:
- Supraventrikular takiaritmia: 10 mg Intravena (selama 3 menit).
- Hipertensi Abnormal: Selama operasi, 10 mg Intravena (selama 1 menit), Infus IV dimulai dengan kecepatan 5-15 mcg/kgBB per menit.
- Hipertensi emergensi: Infus IV dimulai dengan 5-15 mcg/kgBB per menit.
- Angina tidak stabil: Infus IV dimulai dengan 1-5 mcg/kgBB per menit.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Herbesser antara lain nyeri kepala, pusing, gangguan saluran cerna dan bradikardia (denyut jantung lambat). Kadang-kadang dapat meningkatkan enzim fungsi hati seperti SGOT, SGPT dan fosfatase alkalin. Reaksi hipersensitivitas atau alergi seperti erupsi, eritemat multiforme (dalam kasus demikian pengobatan harus dihentikan).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Herbesser pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Sindrom sinus derajat 2 atau 3.
2. Bradikardi (denyut jantung lebih lambat).
3. Serangan jantung.
4. Kongesti paru (penumpukan dan pengumpulan darah pada paru).
5. Hipotensi berat.
6. Syok kardiogenik (gangguan jantung secara mendadak).
7. Sindrom Wolff-Parkinson-White (suatu sindrom saat jalur tambahan listrik di jantung menyebabkan denyut jantung yang cepat).
8. Takikardi (detak jantung lebih cepat).
9. Pemberian obat bersama intravena β-bloker.

Interaksi Obat
Berikut ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Herbesser:
1. Meningkatkan efek atrioventricular blok jika digunakan bersama clonidine.
2. Dapat meningkatkan kadar statin dalam serum (atorvastatin, lovastatin), carbamazepine, dan fenitoin.
3. Dapat meningkatkan efek bradikardi pada amiodarone, digoxin, mefloquine.
4. Dapat meningkatkan efek antihipertensi jika digunakan dengan antihipertensi lainnya (aldesleukin) dan antipsikotik.
5. Mengurangi kadar serum jika digunakan bersama rifampisin dan fenobarbital.
6. Dapat meningkatkan efek hipotensi jika digunakan bersama intravena β-bloker.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Herbesser ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.
Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Herbesser selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.