Pengertian

Hiopar adalah obat yang digunakan untuk meredakan kram perut dan nyeri paroksismal lain pada lambung atau usus. Hiopar mengandung Hyoscine-N-butylbromide (merupakan derivat scopolamine) yang termasuk dalam golongan obat anti spasmodik (obat relaksan otot) dan Paracetamol (obat yang digunakan sebagai analgetik dan antipiretik).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antispasmodik
  • Kandungan: Hyoscine-N-butylbromide 10 mg, paracetamol 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Graha Farma.

Kegunaan

Kegunaan Hiopar adalah untuk pengobatan nyeri paroksimal yang terjadi pada penderita penyakit lambung atau usus halus, nyeri kejang yang terjadi pada kandung empedu, saluran kandung kemih, dan nyeri kejang pada organ genitalia wanita saat dismenore.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan Dokter.
Obat Hiopar diberikan dengan dosis sebagai berikut:
Dewasa: 3 x sehari 1-2 tablet.
Dosis maksimal: 6 tablet sehari.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang terjadi setelah penggunaan Hiopar adalah :

  • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping yang lebih serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.
  • Penggunaan hyoscine-N-butylbromide bisa menimbulkan efek samping antikolinergik berupa xerostomia, dishidrosis, takikardi, dan retensi urin. Hyoscine-N-butylbromide juga bisa menyebabkan hilangnya daya penglihatan untuk sementara waktu. Namun kejadian ini relatif jarang.

Interaksi Obat:
Jangan menggunakan Hiopar bersamaan dengan: 
- Acrivastine,
- Bupropion,
- Morphine,
- Morphine Sulfate Liposome,
- Oxymorphone.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Hiopar kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.