Pengertian

Histaklor merupakan obat alergi yang diproduksi oleh PT. Graha Farma. Histaklor mengandung zat aktif Dexchlorpheniramine maleat yang bermanfaat dalam pengobatan pada kondisi alergi seperti gatal-gatal karena alergi, pilek karena perubahan iklim, eksim karena alergi, radang kulit karena alergi dan alergi terhadap obat-obatan. Histaklor bekerja dengan cara menekan pusat batuk.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antialergi¬†
  • Kandungan: Dexchlorpheniramine maleat 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Graha Farma.

Kegunaan

Histaklor digunakan dalam pengobatan pada kondisi alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

  • Dosis dewasa: 2 mg setiap 4-6 jam. Maksimal: 12 mg / hari.
  • Dosis anak usia 2-5 tahun: 0.5 mg setiap 4-6 jam. Maksimal: 3 mg / hari.
  • Dosis anak usia 6-12 tahun: 1 mg setiap 4-6 jam. Maksimal: 6 mg / hari.

Efek Samping

Efek samping yang dapat timbul yaitu sedasi, urtikaria (gatal biduran), ruam, syok anafilaksis (reaksi alergi berat), fotosensitifitas (reaksi tubuh yang terlalu berlebihan terhadap paparan sinar ultraviolet), keringat berlebihan, menggigil, kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan.

Kontraindikasi:
Hati-hati penggunaan Histaklor pada pasien:
1. Glaukoma sudut sempit
2. Tukak lambung
3. Obstruksi piloro duodenal
4. Hipertrofi prostat
5. Obstruksi struktural kandung kencing
6. Penyakit kardiovaskuler
7. Kenaikan tekanan intraokuler mata dan hipertiroidisme.

Interaksi Obat:

  • Penggunaan Histaklor dengan alkohol dan depresan SSP (barbiturate, opioid analgesics, hipnotik, sedatif, tranquilizers) dapat meningkatkan efek adiktif.
  • Penggunaan Histaklor dengan MAO inhibitors dapat memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik (pengeringan) antihistamin.

Kategori Kehamilan:
FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Dexchlorpheniramine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).