Homoclomin

Homoclomin

Obat

Pengertian

Homoclomin adalah obat antihistamin (anti alergi). Homoclomin mengandung Homoklorsiklisin hidroklorida. Homoklorsiklisin hidroklorida bekerja tidak hanya sebagai antagonis yang baik terhadap Histamin, Serotonin dan asetilkolin tetapi juga menghambat aksi dari Bradikinin dan SRS-A/Slow Reacting in Anaphylxis (zat-zat yang dikeluarkan tubuh ketika terjadi peradangan). Dengan demikian Homoclomin sebagai anti alergi dengan spektrum luas menjadi obat pilihan utama sebagai antihistamin, antiserotonin dan antibradikinin untuk mengobati berbagai penyakit alergi seperti rinitis (radang selaput hidung) dan dermatitis (radang pada kulit).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Homoklorsiklisin hidroklorida 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Eisai Indonesia.

Kegunaan

Homoclomin diindikasikan untuk gatal-gatal pada kulit, urtikaria (biduran), rinitis (radang selaput hidung).

Dosis & Cara Penggunaan

Homoclomin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Homoclomin juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis umum penggunaan Homoclomin adalah:
Dewasa: 1 - 2 tablet (10 - 20 mg) 3 x sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Homoclomin antara lain:

  • Hipersensitivitas: Jika timbul reaksi hipersensitif seperti ruam pada kulit, pengobatan harus dihentikan.
  • Mungkin timbul gejala-gejala seperti sakit kepala, dizziness, mengantuk dan lesu.
  • Gastrointestinal: Mungkin timbul rasa mual, muntah, mulut kering, anoreksia, diare atau konstipasi.
  • Hematologi dan Hepatik: Jika didapatkan hasil-hasil abnormal, pengobatan harus dihentikan, sebab pernah dilaporkan adanya kelainan tersebut meskipun bukti-bukti belum cukup. Pengobatan dalam jangka panjang dan dosis tinggi sebaiknya dihindari.
  • Genito-urinari: Mungkin timbul gangguan misalnya susah buang air kecil.
  • Respiratori: Mungkin timbul gangguan misalnya sukar mengeluarkan dahak.

Kontraindikasi:
Glaukoma, penyakit obstruktif pada saluran kemih bagian bawah.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan efek sedatif dari depresan sistem syaraf pusat, misal alkohol. Dapat menutupi tanda-tanda peringatan kerusakan yang disebabkan oleh obat ototoxic misal aminoglikosida. Dapat menyebabkan aksi antimuskarinik aditif bila digunakan dengan obat antimuskarinik lainnya, misal atropin.

Kategori Kehamilan:
Belum ada data yang memberikan informasi tentang kategori kehamilan dari Homoclomin, namun konsultasikan dengan Dokter anda dalam penggunaan Homoclomin Tablet.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter