Pengertian

Hufabethamin merupakan sirup yang diproduksi oleh PT. Gratia Husada Pharma. Hufabethamin mengandung Betamethasone, Dexchlorpheniramine Maleate yang berguna untuk mengobati alergi dan mengatasi peradangan yang responsif terhadap kortikosteroid.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antialergi dan Kortikosteroid
  • Kandungan: Betamethasone 0.25 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 2.00 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Dus, Botol @ 60 mL
  • Farmasi: PT. Gratia Husada Pharma.

Kegunaan

Hufabethamin Sirup berguna untuk mengobati alergi dan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa dan anak usia > 12 tahun: Dosis awal 1-2 sendok takar 4 x sehari,
  • Anak usia 6-12 tahun: dosis awal ½ sendok takar 3 x sehari
  • Anak usia 2-6 tahun: dosis awal ¼ – ½ sendok takar 3 x sehari .

Efek Samping

Efek samping yang dapat timbul yaitu:
1. Sedasi
2. Urtikaria (gatal biduran)
3. Ruam
4. Keringat berlebihan
5. Menggigil
6. Kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan.

Kontraindikasi:
Hati-hati penggunaan Hufabethamin pada pasien :
1. Tukak lambung
2. Obstruksi piloro duodenal
3. Hipertrofi prostat
4. Obstruksi struktural kandung kencing
5. Penyakit kardiovaskuler
6. Kenaikan tekanan intraokuler mata dan hipertiroidisme.

Interaksi Obat:

  • Penggunaan Hufabethamin dengan alkohol dan depresan sistem saraf pusat (barbiturate, opioid analgesics, hipnotik, sedatif, tranquilizers) dapat meningkatkan efek adiktif.
  • Penggunaan Hufabethamin dengan MAO inhibitors dapat memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik (pengeringan) antihistamin.

Kategori Kehamilan:
FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Hufabethamin kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).